I Putu Yoga Bumi Pradana
Program Studi Pembangunan, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENUJU SEKOLAH TAHAN BENCANA: PENGUATAN LITERASI DAN SIMULASI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA DI WILAYAH RAWAN BANJIR I Putu Yoga Bumi Pradana; Syukur Muhaimin Adang Djaha; Ardy Pandie; Andreas Penni; Arsenius A. R. Baru
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33461

Abstract

Abstrak: Bencana alam merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan proses pendidikan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran strategis dalam membentuk budaya sadar bencana melalui penguatan literasi kebencanaan dan keterampilan mitigasi risiko sejak dini. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan warga sekolah, khususnya pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi darurat, melalui penerapan prinsip Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan metode ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan simulasi penyelamatan diri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 78% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi kebencanaan, 65% mampu mengidentifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul, serta 52% merasa lebih percaya diri menghadapi keadaan darurat. Antusiasme peserta dan dukungan pihak sekolah menjadi faktor pendukung utama, sedangkan keterbatasan waktu menjadi kendala dalam pendalaman praktik. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi integrasi SPAB ke dalam kurikulum, penyediaan sarana evakuasi dan alat keselamatan yang memadai, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Program ini berpotensi direplikasi di berbagai satuan pendidikan sebagai model penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah.Abstract: This Community Service Program (PkM) aimed to strengthen school preparedness for disasters by implementing the Safe School Program (SPAB) at SMA Negeri 2 Kupang Timur, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The school is located in a flood-prone area but lacks a disaster curriculum, mitigation infrastructure, and preparedness training. The program was implemented in three phases: preparation, implementation, and evaluation. Methods included lectures, participatory discussions, and self-rescue simulations during earthquake scenarios. The implementation phase demonstrated strong enthusiasm from students and teachers and solid support from the school and local government. Evaluation results showed that 78% of participants improved their understanding of SPAB content, 65% could identify evacuation routes and assembly points, and 52% felt more confident in responding to emergencies at school. Time constraints were noted as a limitation in delivering in-depth practice and discussion. Recommendations include integrating SPAB into the school curriculum, improving safety infrastructure and equipment, and fostering multi-sectoral collaboration. The program is expected to be a replicable model for promoting disaster awareness and preparedness in other schools.