Ihca Wulandari
Program Studi Profesi Apoteker, Universitas Islam Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKSI APOTEKER MUDA: EDUKASI BIJAK ANTIBIOTIK BERBASIS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT Lily Annisa; Jihan Nur Nabila; Zhorifah Inas Salsabila; Rubin Adhi Kurniawan; Zhafira Azka Medina; Zulfadila Azzahra; Ihca Wulandari; Yuvina Seran; Himmah Niswannabila; Balqis Kasha Sirsaeba Suryadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40264

Abstract

Abstrak: Peningkatan resistensi antibiotik secara global maupun di Indonesia menjadi ancaman yang serius. Kondisi ini menyebabkan infeksi dengan terapi antibiotik menjadi tidak efektif sehingga semakin sulit ditangani. Rendahnya pengetahuan masyarakat berkontribusi pada peningkatan kejadian resistensi. Pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk keyakinan dan sikap terhadap suatu perilaku, termasuk dalam penggunaan antibiotic. Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) mengajak rekan apoteker muda untuk berperan dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terakit penggunaan antibiotik dan resistensi antibiotik. Kegiatan ini dilakukan disalah satu RT di desa yang berada di Provinsi Yogyakarta dengan target penyuluhan seluruh warga kategori dewasa yang bersedia mengikuti kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan kepada masyakarat dilakukan dengan metode verbal dan visual menggunakan media leaflet dan poster, serta dievaluasi melalui hasil kuisioner pre-test post-test yang telah diuji validasi dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara statistik menggunaakan software R dengan uji wilcoxon. Signed-Rank Test dan uji Paired T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil evaluasi secara statistik kepada 30 responden menujukkan terdapat perbedaan signifikan pengetahuan (p value <0,0001) dan sikap (p value <0,0041) masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan. Terdapat peningkatan nilai pengetahuan sebesar 22.76% dan nilai sikap sebanyak 6.72% dibandingkan nilai sebelum penyuluhan.Abstract: Increased antibiotic resistance globally also in Indonesia become seriously problem. This condition makes infections ineffective against antibiotic therapy, making them increasingly difficult to treat. Lack of public awareness contributes to the increase in resistance. Knowledge plays a crucial role in shaping beliefs and attitudes toward behavior, including antibiotic use. PSPA Universitas Islam Indonesia invited young pharmacists to participate in a community service activity aimed at improving public knowledge and attitudes regarding antibiotic use and antibiotic resistance. This activity was conducted in one neighborhood association in a village in Yogyakarta, targeting all adults who were willing to participate. The community outreach activity utilized verbal and visual methods, using leaflets and posters. It was evaluated through pre- and post-test questionnaires that had been validated and validated for reliability. Data were statistically analyzed using R software using the Wilcoxon test, Signed-rank test, and Paired T-Test with a significance level of 0.05. The results of a statistical evaluation of 30 respondents showed a significant difference in knowledge (p-value<0.0001) and attitudes (p-value<0.0041) between the community before and after the outreach program. There was a 22.76% increase in knowledge and 6.72% increase in attitudes compared to the pre-outreach program.