Nisa Nur Kusuma
Manajemen Informasi Kesehatan, Politeknik Assalaam Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH Nisa Nur Kusuma; Ade Amallia; Ayuk Maryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34018

Abstract

Abstrak: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh remaja, terutama siswa Sekolah Menengah Atas yang sedang mengalami perkembangan fisik, emosional, dan sosial. Edukasi kesehatan reproduksi bertujuan untuk mencegah perilaku berisiko seperti kehamilan tidak direncanakan dan penyakit menular seksual (PMS), serta dampak psikologis dari perilaku seksual yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi kepada siswa SMA pada 6 Maret 2025, dengan sasaran 21 siswa Kelas XII IPA. Metode kegiatan meliputi survei kebutuhan melalui wawancara dengan guru BK, penyuluhan tatap muka mengenai sistem reproduksi, pencegahan PMS, dan cara menjaga kesehatan reproduksi, diskusi studi kasus, pembuatan media edukasi berupa poster dan video, serta evaluasi pemahaman peserta melalui tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko. Sebanyak 85% peserta melaporkan peningkatan pemahaman, dan 90% menilai kegiatan ini bermanfaat. Program juga mendorong keterlibatan orang tua, sekolah, serta pemanfaatan media digital dalam penyampaian informasi yang lebih terbuka dan akurat. Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja menjadi lebih bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi.Abstract: Reproductive health is an important aspect that must be understood by adolescents, particularly senior high school students who are experiencing physical, emotional, and social development. Reproductive health education aims to prevent risky behaviors such as unplanned pregnancies, sexually transmitted infections (STIs), and the psychological impacts of unsafe sexual practices. This community service activity was carried out as part of the Tri Dharma of Higher Education through reproductive health counseling for high school students on March 6, 2025, involving 21 students from Grade XII in the science program. The methods included a needs assessment through interviews with school counselors, face-to-face counseling sessions covering the reproductive system, STI prevention, and reproductive health maintenance, case study discussions, the creation of educational media in the form of posters and videos, and evaluation of participants’ understanding through Q&A sessions. The results showed an increase in students’ understanding of the importance of maintaining reproductive health and avoiding risky behaviors. A total of 85% of participants reported improved comprehension, and 90% considered the program beneficial. The activity also encouraged the involvement of parents, schools, and the use of digital media in delivering more open and accurate information. Through this program, adolescents are expected to become more responsible in maintaining reproductive health and capable of building a healthier and higher-quality future.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI POLIKLINIK PMI KOTA SURAKARTA Nisa Nur Kusuma; Ovita Mayasari; Mursid Dwi Hastomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33227

Abstract

Abstrak: Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, khususnya dalam pengelolaan data pasien. Salah satu pendorong utama adalah terbitnya Permenkes No. 24 Tahun 2022 yang mewajibkan fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan sistem rekam medis elektronik (RME). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra, baik hardskill dalam pengoperasian sistem RME maupun softskill dalam koordinasi tim dan pemahaman alur digitalisasi rekam medis. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup ceramah, praktik langsung, dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang dilakukan secara bertahap. Kegiatan ini diikuti oleh 15 petugas dari Poliklinik PMI Kota Surakarta yang terdiri atas 10 petugas IT, 3 dokter, dan 2 petugas rekam medis. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi terstruktur selama praktik implementasi sistem. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang signifikan, yaitu sebesar 43,6% dalam pemahaman teknis pengelolaan RME dan kesiapan petugas dalam proses migrasi dari sistem manual ke sistem digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi standar nasional penerapan rekam medis elektronik.Abstract: Digital transformation in the healthcare sector is a strategic step to improve service efficiency and quality, particularly in managing patient data. One of the main drivers is the issuance of Regulation of the Minister of Health No. 24 of 2022, which mandates healthcare facilities to implement electronic medical records (EMR). This community service activity aimed to enhance the partners’ competencies, including hardskills in operating EMR systems and softskills in team coordination and understanding the workflow of medical record digitalization. The methods used included lectures, hands-on practice, and focused group discussions (FGD), conducted in stages. The activity involved 15 staff members from the PMI Clinic in Surakarta, consisting of 10 IT personnel, 3 doctors, and 2 medical record officers. The evaluation was carried out using pre-tests and post-tests, along with structured observations during the implementation process. The results showed a significant increase in skills, with a 43.6% improvement in technical understanding of EMR management and readiness for the migration from manual to digital systems. This activity contributed meaningfully to the facility’s preparedness in meeting the national standards for electronic medical record implementation.