Susy Budi Astuti
Department of Interior Design, Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Layout Furnitur dan Desain Pencahayaan di Lobby Apartemen Studi Kasus : Apartemen di Daerah Surabaya Timur Susy Budi Astuti; Aria Weny Anggraita; Sagaria Arinal Haq; Stefanie Enrica Sitompul; Redy Dwi Nofian Gane Saputra
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1471

Abstract

Hubungan timbal balik antara suasana ruang (atmosphere) dengan perilaku sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas desain interior ruang dan karakteristik dominan dari manusia yang berinteraksi di dalamnya. Dalam hal ini pengguna bersegmentasi pada golongan pelajar karena lingkungan berada di sekitar area pendidikan. Fokus penelitian adalah analisa kualitas desain pencahayaan dan layout furnitur di lobby apartemen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kualitas interior ruang lobby terhadap interaksi pengguna apartemen di Surabaya Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan teknik observasi dan wawancara. Adapun teknik wawancara mendalam digunakan sebagai metode pendukung dengan tujuan untuk memperoleh kedalaman dan kelengkapan informasi dari penelitian. Observasi yang dilakukan terkait hubungan variabel yang akan diamati yakni layout furnitur dan perilaku terhadap interaksi antar pengguna apartemen, sedangkan wawancara mencari informasi kepada pengguna apartemen mengenai tingkat kenyamanan di lobby terhadap layout furnitur dan pencahayaan. Hasil penelitian menunjukan bahwakenyamanan di ruang lobby apartemen diSurabaya timur sudah cukup dipertimbangkan, walaupun aspek layout furnitur serta pencahayaan masih bisa ditingkatkan lagi. Hal tersebut karena konsep layout furnitur dan desain pencahayaan masih menimbulkan glare serta backlight, sehingga mempengaruhi interaksi pengguna di lobby apartemen.
Kualitas Apartemen pada Keberlangsungan Kehidupan Penghuninya dalam Konteks Perilaku Lingkungan Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4598

Abstract

Studi perilaku lingkungan terdiri atas komponen setting, user group dan behavioral phenomena. Karakter setting (tempat/lingkungan) berpengaruh pada perilaku penggunanya. Berdasarkan hal tersebut, maka lingkungan fisik mendasari perilaku penghuni apartemen. Perbedaan karakter lingkungan menimbulkan perbedaan karakter perilaku penghuninya. Penelitian ini bertujuan menemukan keterkaitan karakter lingkungan apartemen yang berdampak pada perilaku penghuni apartemen, guna memperoleh keberlangsungan kehidupan di hunian vertikal khususnya apartemen. Penelitian bersifat naturalistik, dengan pendekatan fenomenologi. Observasi dilakukan dengan cara mengamati perilaku dan jejak fisik. Untuk menggali lebih mendalam tentang penghuni dan lingkungannya serta alasan penyebabnya dilakukan wawancara terstruktur. Karakter lingkungan apartemen secara fisik berpengaruh pada karakter perilaku penghuninya dalam memanfaatkan fasilitas penunjang di apartemen. Sedangkan perilaku penghuni dalam beraktivitas di fasilitas penunjang apartemen berdampak besar pada karakter perilaku yang terjadi di ruang bersamanya. Adanya dampak tersebut, maka karakter perilaku yang terbentuk menjadi keberlangsungan kehidupan penghuni apartemen.
Place Bonding on Campus Interior Design ITS: Attachment and Identity Susy Budi Astuti; Lisani Husna; Elvira Pramesvari
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5283

Abstract

Place bonding merupakan fenomena adanya keterikatan manusia pada suatu tempat. Place bonding dipengaruhi oleh faktor karakter aktifitas. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utamanya. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bagaimana tingkat keterikatan mahasiswa Desain Interior di ITS dengan kampusnya, yang secara umum dibedakan berdasarkan tingkatan mahasiswa, kegiatan, karakteristik mahasiswa, dan fasilitas tempat yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa place bonding/keterikatan mahasiswa Desain Interior ITS dengan kampusnya paling dipengaruhi oleh karakter pembeda di setiap angkatan, karena pada setiap angkatan memiliki intensitas masing-masing terhadap kegiatan yang ada di dalam kampus Desain Interior.
Keterkaitan Antara Karakter Lingkungan dengan Fasilitas Penunjang Terhadap Keberlangsungan Hidup Penghuni Apartemen di Surabaya Icca Safinulinnajah; R. Mekar Liza Ramadhina; Asyiah Udhiyah Hajar; Tiara Kusumaningrum; Susy Budi Astuti
Jurnal Desain Interior Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i1.6287

Abstract

Perilaku sangat dipengaruhi oleh setting place lingkungannya. Terdapat penunjang, baik internal maupun eksternal, terhadap keberlangsungan kehidupan. Lingkungan perumahan sebagai setting place lingkungan apartemen merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Keberlangsungan kehidupan penghuni apartemen berkaitan dengan kondisi lingkungannya. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu kuesioner dan observasi. Kuesioner disebar ke responden di beberapa apartemen guna mengetahui keterkaitan antara karakter lingkungan dan fasilitas-fasilitas penunjang, baik internal maupun eksternal, terhadap keberlangsungan kehidupan penghuni apartemen. Observasi dilakukan dengan mengamati keadaan fisik pada fasilitas apartemen meliputi jenis sarana, letak, dan karakternya, Fasilitas tersebut berupa fasilitas internal penunjang dan fasilitas eksternal di lingkungan sekitar apartemen yang terbagi dalam 4 skala radius yaitu 0-400 meter, 400-800 meter, 800-1500 meter, dan 1500-3000 meter. Karakter fasilitas internal ataupun eksternal menjadi parameter terpenuhinya keberlangsungan kehidupan secara fisik, namun kebutuhan dan keinginan penghuni apartemen secara non fisik guna berinteraksi lingkungannya lebih utama.