Firman Hawari
Department of Interior Design, Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kelayakan Dry Leaf Board Sebagai Material Akustik Untuk Ruang Hunian Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1464

Abstract

Berdasarkan analisis visual terhadap tekstur permukaan yang licin dan struktur dalam(inner structure) dry leaf board yang berkomposisi silang dan berpori, didapatkan hipotesa mengenai kemungkinan pengembangan potensi dry leaf board sebagai komponen akustik ruang.Tahapan- tahapan yang akan dilakukan meliputi analisis proses serap gelombang bunyi, ujikemampuan akustik (absorpsi, refleksi, dan insulasi), perencanaan komposisi visual permukaan dan bentuk, evaluasi, revisi, serta kesimpulan. Kajian ini diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan mengenai tingkat kemampuan dry leaf board sebagai material akustik ruang hunian dan tingkat kebisingan (noise level) yang dapat diredam. Keluaran-keluarannya berupa publikasi artikel ilmiah untuk jurnal akreditasi nasional, hak paten, dan juga kegiatan PKM terkait.
Kajian Muatan Green Design pada Dry Leaf Board Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1909

Abstract

Green design merupakan gerakan pelestarian lingkungan hidup yang berusaha diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Diprediksikan bahwa di masa yang akan datang, berbagai bentuk aktivitas manusia sehari-hari akan selalu dikaitkan dengan pelaksanaan konsep green design. Termasuk di dalam ruang lingkupnya adalah kegiatan penciptaan material bangunan. Dengan mengakomodasi konsep tersebut, kegiatan yang dilaksanakan akan berada dalam jalur konservasi lingkungan hidup. Material bangunan yang mengaplikasikan konsep green design, selain kemampuan yang dimilikinya, peluang agar dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama juga akan terbuka. Salah satu material bangunan yang berusaha mengaplikasikan konsep tersebut adalah dry leaf board. Dry leaf board yang masuk dalam kategori produk baru sejak awal diarahkan untuk merepresentasikan green design dalam setiap variabel aplikasinya. Dalam kajian ini, sistematika pemikiran diarahkan untuk mengidentifikasi dry leaf board sebagai sebuah material bangunan yang mengandung muatan green design. Pembahasan meliputi definisi green design, dry leaf board, serta muatan green design dalam produk dry leaf board dari pemilihan bahan baku, proses produksi, dan produk akhirnya. Pemahaman terhadap kajian ini akan mendorong masyarakat untuk turut terlibat dalam pelestarian lingkungan hidup selain mengaplikasikan fungsi dry leaf board itu sendiri sebagai material bangunan.
Implementasi Prinsip-Prinsip Strukturalisme untuk Mengidentifikasi Kondisi Aktual Dry Leaf Board sebagai Material Perancangan Interior Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2375

Abstract

Beberapa kajian mengenai dry leaf board yang dilakukan sebelumnya telah memunculkan beberapa asumsi, antara lain: orisinalitas, urban waste, customize, aplikasi manual, dan pemanfaatan dry leaf board itu sendiri. Asumsi-asumsi tersebut menunjukkan bahwa proses penciptaan dan produksi dry leaf board telah melahirkan bentuk dan struktur yang dapat dilihat bahkan dinilai. Secara filosofis, dry leaf board membangun makna berdasarkan pada bentuk dan struktur tersebut yang terkait erat dengan pola pikir masyarakat di mana ia diciptakan. Kajian berikut ini akan difokuskan pada pembahasan implementasi prinsip-prinsip strukturalisme untuk mengidentifikasi kondisi aktual dry leaf board. Pembahasannya dikaitkan dengan prinsip-prinsip universal dari pikiran manusia yang menjadi dasar karakter budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia dalam proses penciptaan dan produksi dry leaf board sebagai material perancangan interior. Gagasan strukturalisme juga melakukan pencarian keterpaduan unsur pembangun dari realitas gagasan dry leaf board yang beraneka ragam di permukaan secara ilmiah (obyektif, ketat dan berjarak). Berdasarkan pemahaman strukturalisme, makna aktual dry leaf board tidak bersumber dari individu manusia melainkan lebih memusat pada sistem relasi bentuk yang mendasarinya seperti material, proses produksi, kemampuan fisik, serta hasil akhirnya. Pemikiran tersebut membuka peluang pembahasan implementasi prinsip-prinsip strukturalisme dalam membangun sistem relasi bentuk dan struktur pada dry leaf board. Terungkapnya gagasan aktual dari dry leaf board diharapkan akan dapat mempengaruhi pengembangan visual dan pemanfaatannya serta pengaruhnya pada perancangan interior ruang secara keseluruhan di masa yang akan datang.