Ika Ari Pratiwi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas III SD Emilia Ulfa; Silvia Devi Agustin; Erika Diah Pangestuti; Ika Ari Pratiwi
Ibtida'i Vol 12 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ibtidai.v12i2.11809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya penguasaan kosakata Bahasa Indonesia pada siswa kelas III A SD 2 Pelemkerep. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada penggalian data verbal dan temuan lapangan yang dianalisis secara tematik. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa kelas III A. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara sebagai teknik utama, serta observasi dan dokumentasi sebagai teknik pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan kosakata dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya minat membaca, serta rendahnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan kosakata Bahasa Indonesia. Faktor eksternal meliputi minimnya dukungan orang tua, lingkungan belajar yang kurang kondusif, serta keterbatasan bahan bacaan yang tersedia di sekolah. Temuan observasi juga menunjukkan bahwa keterbatasan penguasaan kosakata berdampak pada kemampuan membaca dan menulis siswa, khususnya dalam menulis cerita sederhana. Selain itu, proses pembelajaran yang masih didominasi metode penyampaian langsung dan latihan tertulis belum sepenuhnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kosakata secara aktif. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap rendahnya kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide secara lisan maupun tertulis.