Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pemahaman Konsep Murid Ditinjau dari Kesiapan Belajar dalam Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Gradasi Scaffolding Evrihatin, Dita Susi; Rahmawati, Erlita Nur; Herawati, Any; Alifiani, Alifiani
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 4 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i4.27705

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep murid berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam pembelajaran Discovery learning berbasis gradasi scaffolding pada materi nilai akhir rente pranumerando dan postnumerando. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam kerangka Lesson study yang dilaksanakan melalui dua siklus (plan–do–see) pada murid kelas XI SMA Negeri 3 Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui asesmen diagnostik, LKPD berdiferensiasi, observasi, dokumentasi, dan analisis hasil kerja murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep murid berbeda berdasarkan kesiapan belajar. Murid berkemampuan tinggi menunjukkan pola berpikir deduktif–induktif fleksibel, mampu menemukan rumus secara mandiri, dan mengaplikasikan konsep pada permasalahan kontekstual. Murid berkemampuan sedang menunjukkan pola berpikir linier terpandu melalui bantuan scaffolding bertahap, sedangkan murid berkemampuan rendah menunjukkan pola berpikir fragmental dengan ketergantungan yang lebih tinggi terhadap bantuan guru. Hasil Lesson study menunjukkan bahwa Siklus 1 dengan pengelompokan acak belum mampu mengakomodasi keberagaman kesiapan belajar secara optimal, ditandai dengan ketidakmerataan partisipasi dan munculnya kesalahan konsep. Perbaikan pada Siklus 2 melalui pemanfaatan asesmen diagnostik, pengelompokan berbasis kesiapan belajar, dan penggunaan LKPD berbasis gradasi scaffolding menghasilkan keterlibatan belajar yang lebih merata serta peningkatan kualitas pemahaman konsep murid. Temuan penelitian menegaskan bahwa murid tidak dapat diperlakukan secara seragam. Pembelajaran matematika yang efektif memerlukan diferensiasi berbasis kesiapan belajar agar proses belajar menjadi lebih adaptif, bermakna, dan mampu mengakomodasi kebutuhan murid secara lebih optimal.