Zulfahmidah Zulfahmidah
Departemen Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Pasien Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Puskesmas Cendrawasih Periode Juli 2024 Brigischa Febrilia Paputungan; Zulfahmidah Zulfahmidah
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i1.118

Abstract

Hipertensi ialah kenaikan tekanan darah sistolik 130 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 80 mmHg atau lebih. Berdasarkan WHO (2023) diprediksi 1,28 miliar individu dengan usia 30–79 tahun secara global yang terjangkit hipertensi, sejumlah besar 2/3 menetap pada negara dengan penghasilan rendah serta menengah. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Data ini meningkat dibandingkan dengan prevalensi hipertensi Riskesdas tahun 2013 yang mencapai 25,8%. Berdasarkan WHO (2023), klasifikasi lansia adalah kelompok berusia 55-65 tahun (pra-lansia), 66-74 tahun (lansia muda), dan 75-90 tahun (lansia). Mengidentifikasi karakteristik pasien lansia hipertensi di Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar periode Juli 2024. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional menggunakan data rekam medis pasien lansia hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Cendrawasih pada Juli 2024. Penelitian ini memperlihatkan pasien hipertensi dengan jenis kelamin Perempuan berjumlah 72 orang (74%) serta laki-laki 25 orang (26%). Berdasarkan usia 55-65 tahun berjumlah 34 orang (35%), 66-74 tahun berjumlah 45 orang (46%), 75-90 tahun berjumlah 18 orang (19%). Berdasarkan derajat hipertensi grade 1 berjumlah 42 orang (43%) dan hipertensi grade 2 berjumlah 55 orang (57%), berdasar pekerjaan pensiunan 58 orang (59%), IRT 20 orang (21%), karyawan 18 orang (19%), guru 1 orang (1%). Berdasarkan konsumsi obat anti hipertensi yaitu CCB jumlah 95 orang (98%) dan diuretik 2 orang (2%). Perempuan memiliki prevalensi hipertensi tertinggi, kelompok usia terbanyak adalah 66-74 tahun, derajat hipertensi terbanyak adalah grade 2, pekerjaan terbanyak adalah pensiunan, dan penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah CCB (Calcium Channel Blocker).
Karakteristik Penyakit Diabetes Melitus pada Pasien Nurhaliza Madani arifin; Zulfahmidah Zulfahmidah
Indonesian Journal of Health Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Citra Cendekia Celebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33368/inajoh.v5i2.125

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Maccini Sawah Makassar periode Januari–Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data rekam medis pasien DM rawat jalan sebanyak 411 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien DM berjenis kelamin perempuan dan berada pada kelompok usia lanjut (65–75 tahun). Berdasarkan status gizi, sebagian besar pasien tergolong obesitas dan kelebihan berat badan. Mayoritas pasien tidak memiliki kebiasaan merokok dan melakukan aktivitas fisik secara tidak rutin. Pekerjaan yang paling banyak dijumpai adalah ibu rumah tangga/tidak bekerja, karyawan swasta, dan wiraswasta. Distribusi jumlah pasien DM selama periode penelitian tidak menunjukkan peningkatan atau penurunan yang signifikan setiap bulannya. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif, khususnya pengendalian berat badan dan peningkatan aktivitas fisik pada pasien Diabetes Melitus.