M. Martono Diel
Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Yatsi Madani, Banten, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Empowering Housewive Melalui Inovasi Olahan Herbal: Daun Saga Sebagai Alternatif Obat Batuk Alami Untuk Anak di Kelurahan Margasari Nurry Kusumastuti; Lastri Mei Winarni; M. Martono Diel
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.195

Abstract

Masyarakat di Kelurahan Margasari, Kota Tangerang memiliki tingkat urbanisasi tinggi dan terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT). Analisis situasi menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat herbal yang aman dan efektif, keterbatasan pengetahuan, serta keterampilan KWT dalam pengolahan tanaman herbal, ketergantungan ekonomi pada pendapatan suami, dan minimnya legalitas, serta dukungan pemerintah bagi produk herbal berbasis rumah tangga. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas dan kemandirian KWT melalui pelatihan teknis pengolahan daun saga menjadi produk herbal alternatif obat batuk alami untuk anak, sekaligus membangun jiwa teknopreneur ibu rumah tangga. Metode pelaksanaannya, meliputi mengadakan workshop bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) mengenai teknis pembuatan sirup daun saga dan teknopreneur untuk keberlanjutan program, menyediakan alat-alat teknologi tepat guna (TTG) untuk produksi ekstrak daun saga, pendampingan pembuatan merk dagang dan kemasan, hingga perijinan PIRT, pengujian laboratorium untuk memastikan standar mutu dan keamanan produk, serta mendorong KWT dalam pemasaran e-commerce (shopee, tokopedia, dan tiktok). Hasil awal menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah, serta mengemas produk herbal yang higienis dan bernilai jual. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan memperluas pemanfaatan lahan pekarangan. Kesimpulan pengabdian ini memanfaatkan produk herbal daun saga melalui penerapan model pemberdayaan berbasis inovasi herbal yang mampu menjadi solusi peningkatan kesehatan keluarga sekaligus ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan.
Implementasi Program Kader TBC Rumah Tangga Dalam Peningkatan Pemahaman Kepatuhan Minum Obat di Kelurahan Margasari Adi Dwi Susanto; M. Martono Diel; Syahrani Kholinul Putri; Jeva Putri Fanisa
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.245

Abstract

Kepatuhan pengobatan yang rendah berdampak pada kegagalan terapi, meningkatnya kasus TBC resisten obat, serta tingginya beban ekonomi keluarga. Pembentukan kader TBC rumah tangga merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat pemantauan, edukasi, dan dukungan minum obat pada pasien TBC. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TBC melalui pemahaman kader rumah tangga TBC di Kelurahan Margasari. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan kepada kader rumah tangga mengenai TBC dengan menggunakan leaflet dan memberikan buku saku terkait kepatuhan minum obat. Kegiatan ini juga menggunakan kuesioner pre-test and post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman tentang TBC ini. Responden sebanyak 12 responden yang memiliki keluarga yang terkena TBC di Kelurahan Bugel, Kota Tangerang. Implementasi program kader TBC rumah tangga berjalan dengan baik, ditandai oleh peningkatan pemahaman kader TBC rumah tangga dari sebelum diberikan penyuluhan yang memiliki pemahaman kurang sebanyak 7 responden (58.3%) dan cukup sebanyak 5 responden (41.7%). Setelah diberikan penyuluhan yang berada pada kategori kurang hanya 1 responden (8.3%) dan cukup sebanyak 11 responden (91.7%). Kesimpulan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pemahaman kader TBC rumah tangga di Kelurahan Bugel. Penguatan pemantauan kader rumah tangga, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan kualitas pengendalian TBC berbasis keluarga.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengaturan Diet Rendah Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Jl. Maulana Hasanudin Rt. 02 Rw. 02 No. 38 Kel. Poris Jaya Fajariyati Irhas Hanifah; Shobrina Nabilah Salsabila Robbani; M. Martono Diel
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.151

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang berdampak besar terhadap kualitas hidup penderita dan membutuhkan pengelolaan jangka panjang, terutama melalui pengaturan diet yang tepat. Namun, masih banyak penderita DM yang kurang memahami pentingnya diet rendah diabetik, sehingga risiko komplikasi meningkat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengatur diet rendah diabetik pada penderita DM. Metode pengabdian menggunakan ceramah, tanya jawab, dan distribusi leaflet, poster, serta pemeriksaan glukosa darah. Pengabdian ini dilaksanakan di Jl. Maulana Hasanudin RT 02 RW 02 No. 38, Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, selama tiga bulan. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra (RT/RW dan kader), persiapan materi dan media penyuluhan, pelaksanaan skrining kadar glukosa darah, edukasi diet diabetik, serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan diet diabetes, antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan, serta munculnya kesadaran baru dalam menjalankan pola makan sehat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat keterlibatan masyarakat dan kader dalam edukasi kesehatan. Kesimpulan pengabdian bahwa intervensi edukatif ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengaturan diet pada penderita DM. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk menjangkau lebih banyak warga