Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Prioritas Rehabilitasi Komponen Bangunan Rusunawa Lumajang Menggunakan Metode Weighted Damage Index (WDI) Berdasarkan Permen PU No. 16/PRT/M/2010 Fikca Ayuk Safitri; Angga Tri Budiatma
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.617

Abstract

Bangunan Gedung Rusunawa Lumajang Tower A telah beroperasi lebih dari 11 tahun dan mengalami degradasi fisik pada berbagai komponen struktur, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal. Meskipun penilaian tingkat kerusakan telah dilakukan berdasarkan Permen PU No. 16/PRT/M/2010, hasil tersebut belum memberikan urutan prioritas rehabilitasi yang sistematis bagi pengelola dalam kondisi keterbatasan anggaran. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas rehabilitasi 17 komponen bangunan Rusunawa Lumajang Tower A menggunakan metode Weighted Damage Index (WDI) berdasarkan tiga kriteria, yaitu persentase kerusakan (bobot 0,40), dampak terhadap keselamatan penghuni (bobot 0,35), dan dampak terhadap fungsi bangunan (bobot 0,25). Data diperoleh dari hasil observasi visual dan pengukuran langsung di lapangan yang didukung as built drawing. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem penerangan (WDI = 4,65), dinding tangga Grid OA-O (WDI = 4,40), dan dinding eksterior (WDI = 4,10) merupakan komponen Prioritas I yang memerlukan rehabilitasi segera, sementara sanitasi mushola (WDI = 3,90) dan dinding tangga lainnya masuk Prioritas II. Komponen struktural seperti kolom dan balok memperoleh WDI 2,80 dan menempati prioritas lebih tinggi dibandingkan beberapa komponen non-struktural meskipun persentase kerusakannya rendah, karena metode WDI turut mempertimbangkan dampak keselamatan dan fungsi bangunan secara menyeluruh. Metode WDI terbukti lebih komprehensif dibandingkan penilaian berbasis persentase kerusakan semata dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi bangunan gedung publik secara efektif, khususnya dalam kondisi keterbatasan anggaran.