Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fungsi POAC dan Budaya Literasi Islami: Studi Kasus Pengelolaan Perpustakaan di Empat Sekolah Dasar Islam Adzkia Rodhiyah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.626

Abstract

Perpustakaan sekolah Islam memiliki potensi besar sebagai ruang pembentukan karakter dan literasi, namun potensi tersebut kerap tidak terwujud karena lemahnya pengelolaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan fungsi manajemen perpustakaan berdasarkan kerangka POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan), menganalisis kontribusinya terhadap budaya literasi Islami, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Sekolah Dasar Islam Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak pada empat sekolah: SDS IT Maqdis Ibadurrahman, MIS Hj. Kamisih, SDS Alam Duri, dan SDS IT Mutiara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semiterstruktur, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 23 informan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen perpustakaan secara keseluruhan belum berjalan optimal: perencanaan masih bersifat informal dan lisan, pengorganisasian bervariasi namun lemah dalam koordinasi perpustakaan dan guru, pelaksanaan program sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah, dan pengawasan menjadi titik terlemah di seluruh sekolah. Kontribusi terhadap enam dimensi budaya literasi Islami, yaitu ruhaniyah, fikriyah, amaliyah, ijtimaiyah, tsaqafiyah, dan lughawiyah, bersifat tidak langsung dan dimediasi oleh kualitas program yang dijalankan. Kepemimpinan kepala sekolah yang aktif menjadi faktor pendukung paling konsisten, sedangkan instabilitas sumber daya manusia, lemahnya pengawasan formal, minimnya pembinaan dari dinas pendidikan, dan keterbatasan anggaran merupakan hambatan struktural yang merata. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan pembinaan perpustakaan yang sistematis dari dinas pendidikan dan penguatan peran kepala sekolah sebagai motor penggerak literasi Islami.