Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Program Tahfizh Al-Qur’an Tingkat SD di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Shuffah Hizbulah Al-Fatah Balikpapan dengan Model Goal-free Fudoh Nur Hidayah; Khojir Khojir; Achmad Ruslan Afendi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Tahfizh Al-Qur’an pada jenjang pendidikan dasar di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah Balikpapan menggunakan Model Evaluasi Goal-Free. Topik ini dipilih karena semakin pentingnya program tahfizh Al-Qur’an di lembaga pendidikan Islam serta perlunya memahami dampak nyata program di luar tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi dengan pendekatan goal-free menjadi penting karena memungkinkan peneliti mengidentifikasi dampak yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan selama pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas kepala pondok pesantren, dua orang guru perempuan, dan lima belas siswa tingkat sekolah dasar yang mengikuti program Tahfizh Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini menghasilkan berbagai dampak positif di luar tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa. Dampak tersebut meliputi meningkatnya kerja sama antarsiswa, bertambahnya rasa percaya diri, meningkatnya kedisiplinan, serta tumbuhnya semangat dalam beribadah dan mengikuti kegiatan keagamaan. Model Evaluasi Goal-Free terbukti efektif dalam mengungkap dampak pendidikan dan pembentukan karakter yang lebih luas. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala dalam pelaksanaan program, antara lain keterbatasan sarana pendukung, perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa, serta kurangnya dukungan keluarga dalam pelaksanaan murojaah (pengulangan hafalan) di rumah. Dengan demikian, program Tahfizh Al-Qur’an memberikan manfaat yang signifikan terhadap aspek pendidikan dan spiritual peserta didik, sekaligus menunjukkan bahwa evaluasi goal-free mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas program serta menjadi dasar bagi penyempurnaan program pendidikan Islam pada masa mendatang.