Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tren Literasi Digital, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia: Studi Google Trends 2021–2026 Suyekti Kinanthi Rejeki
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.658

Abstract

Transformasi digital telah meningkatkan pentingnya literasi digital, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter serta kompetensi warga negara di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren perhatian publik terhadap literasi digital, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Profil Pelajar Pancasila di Indonesia berdasarkan data Google Trends periode Juni 2021 hingga Juni 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis tren berbasis data sekunder. Data diperoleh dari Google Trends dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis tren, serta korelasi dengan bantuan perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila memiliki rata-rata indeks pencarian tertinggi sebesar 41,51, diikuti oleh Profil Pelajar Pancasila sebesar 19,33, Literasi Digital sebesar 11,38, dan Pendidikan Kewarganegaraan sebesar 10,51. Analisis tren menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila menjadi topik yang paling banyak mendapat perhatian publik selama periode penelitian. Selain itu, terdapat korelasi positif yang cukup kuat antara Literasi Digital dan Pendidikan Pancasila dengan koefisien sebesar 0,618. Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap kompetensi digital cenderung berkembang seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pengintegrasian literasi digital, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembelajaran IPS melalui pemanfaatan media digital, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan karakter kebangsaan untuk menghadapi tantangan masyarakat digital abad ke-21.