Muhammad Refki Novesar
Institusi Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Bencana Longsor Terhadap Keberlanjutan Pariwisata Dan Strategi Adaptasi Pemangku Kepentingan Di Air Terjun Aek Nabarat, Kabupaten Tapanuli Tengah Rina Hutagalung; Muhammad Refki Novesar
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1476

Abstract

Bencana alam merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam keberlanjutan destinasi wisata alam, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bencana longsor terhadap keberlanjutan pariwisata serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Air Terjun Aek Nabarat, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat lokal, pelaku usaha, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana longsor memberikan dampak terhadap aspek sosial, budaya, ekonomi, dan keberlanjutan destinasi. Dampak sosial ditandai dengan meningkatnya rasa khawatir masyarakat serta perubahan aktivitas sosial, namun juga memperkuat solidaritas dan gotong royong. Dampak budaya terlihat dari berkurangnya aktivitas wisata sekaligus meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran akan risiko bencana. Dampak ekonomi ditunjukkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan, menurunnya pendapatan masyarakat, serta kerusakan sarana usaha. Adapun strategi adaptasi yang dilakukan meliputi peningkatan kesiapsiagaan bencana, pemasangan rambu peringatan, pembersihan kawasan wisata, perbaikan akses secara bertahap, serta diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam membangun destinasi wisata yang tangguh dan berkelanjutan pascabencana.