Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong perlunya penyesuaian strategi pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pembelajaran PAI dituntut tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keislaman secara tekstual, tetapi juga menyelaraskannya dengan pendekatan digital yang menarik dan relevan bagi generasi digital native. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru PAI memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, tantangan yang dihadapi, serta implikasinya terhadap efektivitas dan spiritualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi perangkat ajar di lima sekolah menengah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi, serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah menggunakan berbagai media teknologi seperti YouTube, Google Classroom, Quizizz, podcast Islami, hingga aplikasi Muslim Pro untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi terbukti mampu meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keislaman. Namun, guru masih menghadapi kendala seperti keterbatasan perangkat, akses internet, serta rendahnya literasi digital di kalangan siswa dan guru. Peran guru tetap sentral dalam menjaga esensi spiritualitas Islam agar tidak tergantikan oleh teknologi semata. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI sangat potensial untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan menyentuh dimensi afektif siswa. Keberhasilan integrasi ini bergantung pada kompetensi guru, dukungan kebijakan sekolah, serta literasi digital siswa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan TIK berbasis nilai-nilai Islam bagi guru PAI dan pengembangan kurikulum digital yang tetap berorientasi pada pembinaan karakter Islami.