Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kontraksi finansial logistik regional pada PT Pos Indonesia (Persero) Wilayah Bandung Raya periode 2024–2025, yang ditandai dengan penurunan pendapatan sebesar 46 persen akibat belum optimalnya tata kelola bauran pemasaran internal perusahaan. Kondisi tersebut diperburuk oleh penurunan kinerja beberapa produk kargo dan belum optimalnya pemanfaatan kapabilitas utama perusahaan. Namun, layanan Kargopos menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 73 persen sehingga memiliki peluang strategis untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi kargo, mengidentifikasi capaian kinerja logistik, serta menguji pengaruh strategi pengembangan bisnis kargo terhadap kinerja logistik perusahaan secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausalitas. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis Skala Likert 1–5 kepada 62 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling pada beberapa unit operasional, yaitu Kantor Cabang Utama Bandung, Soreang, Cimahi, Ujungberung, dan Sentral Pengolahan Pos Bandung. Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi laporan kinerja finansial dan operasional perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan bisnis kargo memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja logistik. Model penelitian dinyatakan layak dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,584, yang berarti strategi pengembangan bisnis kargo mampu menjelaskan 58,4 persen variasi kinerja logistik. Secara parsial, strategi kargo memberikan pengaruh positif dengan koefisien sebesar 0,684. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi bauran pemasaran dan penguatan kapabilitas internal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kinerja logistik serta mendukung pemulihan finansial perusahaan.