Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Pemuda Rayon Kelurahan Air Kati Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Pencak Silat PSHT Ahmad Firdaus Lubis; Vicko Mustofa; Satria Wahyu Ramadhani; Wawan Syafutra
Action Research Literate Vol. 10 No. 7 (2026): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v10i7.3122

Abstract

Pemberdayaan pemuda di Rayon Kelurahan Air Kati menghadapi tantangan serius akibat tingginya angka kenakalan remaja dan minimnya wadah pembinaan karakter yang terstruktur. Berdasarkan data Karang Taruna setempat, sekitar 35% pemuda berusia 15–22 tahun pernah terlibat dalam perilaku menyimpang seperti tawuran dan penyalahgunaan waktu luang, sementara belum tersedia kegiatan rutin yang mampu mengintegrasikan pembinaan fisik, mental, dan sosial secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk karakter disiplin, tangguh, dan berjiwa sosial pada pemuda melalui pendidikan karakter berbasis Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai budi luhur, pelatihan teknik dasar pencak silat (kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, dan jurus dasar), pendampingan intensif selama delapan minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, serta demonstrasi hasil latihan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta pemuda dari Rayon Kelurahan Air Kati yang dipilih melalui koordinasi dengan Karang Taruna dan tokoh masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi karakter, di mana rata-rata skor pemahaman nilai karakter peserta meningkat dari 60 pada pre-test menjadi 85 pada post-test, dengan peningkatan tertinggi pada dimensi kedisiplinan (51,7%) dan rasa hormat (49,1%). Manfaat utama yang dirasakan adalah terbentuknya sikap disiplin, rasa hormat kepada sesama, berkurangnya perilaku negatif di lingkungan sekitar, serta meningkatnya kohesi sosial antarpemuda. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pencak silat efektif dalam memberdayakan pemuda dan menjadi solusi konkret dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus memperkuat modal sosial masyarakat melalui pembentukan kelompok latihan mandiri yang berkelanjutan.