Pengelolaan kegiatan kajian Islam selama ini masih banyak dilakukan dengan cara konvensional, sehingga penyebaran informasi menjadi terpecah-pecah, pendaftaran peserta tidak efisien, dan pengelolaan data administrasi menjadi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Sistem Manajemen Kajian Islam berbasis web yang terintegrasi dengan WhatsApp guna meningkatkan penyebaran informasi, pendaftaran peserta, dan komunikasi antara panitia dan jamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian rekayasa sistem, sedangkan proses pengembangan perangkat lunak mengikuti model Waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, penerapan (deployment), dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan menggunakan HTML, CSS, JavaScript, Node.js, REST API, dan SQLite. Sistem yang diusulkan menyediakan fitur seperti manajemen jadwal kajian, informasi penceramah, pendaftaran daring, pembuatan tiket digital, verifikasi peserta, pencatatan kehadiran, pengumuman, pelaporan, serta integrasi WhatsApp Click-to-Chat untuk konfirmasi pendaftaran. Evaluasi fungsional dilakukan menggunakan metode Black-box Testing untuk memverifikasi bahwa setiap fitur sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi yang diuji, termasuk manajemen jadwal, pendaftaran peserta, autentikasi, konfirmasi WhatsApp, pencatatan kehadiran, dan pelaporan, berjalan dengan baik tanpa kesalahan fungsional. Sistem yang dikembangkan menyediakan platform terpusat untuk mengelola kegiatan kajian Islam, meningkatkan efisiensi administrasi, mempermudah komunikasi dengan peserta, serta memperluas akses terhadap informasi kajian. Pengembangan lebih lanjut dapat mencakup integrasi dengan WhatsApp Business API resmi, absensi berbasis kode QR, serta evaluasi usability yang lebih komprehensif dengan melibatkan jumlah pengguna yang lebih banyak.