Adriana Mesti Sampe Arung
Haluoleo University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi tinta cumi sebagai pendukung terapi Kanker: Studi literatur Paridah Paridah; Najwa Namrin; Yuliah Dani; Mirnawati Mirnawati; Wa Ode Hety Dirahayu; Risma Septiyani Syahrini; Adriana Mesti Sampe Arung
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.415

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang membutuhkan pendekatan terapi yang efektif dan aman. Terapi konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi seringkali menimbulkan efek samping yang signifikan, sehingga diperlukan alternatif atau terapi pendukung berbasis bahan alami. Salah satu sumber bioaktif yang potensial adalah tinta cumi, yang diketahui mengandung berbagai senyawa seperti melanin, polisakarida, flavonoid, dan fenolik Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tinta cumi sebagai pendukung terapi kanker Metode: Metode yang digunakan adalah systematic review terhadap 12 artikel ilmiah yang relevan. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa tinta cumi memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, imunomodulator, serta efek sitotoksik terhadap sel kanker. Mekanisme yang terlibat meliputi penghambatan proliferasi sel kanker, induksi apoptosis, dan penghambatan angiogenesis. Selain itu, pengembangan melanin dalam bentuk nanopartikel menunjukkan potensi sebagai sistem penghantaran obat yang lebih efektif dan selektif. Namun, sebagian besar penelitian masih terbatas pada tahap in vitro dan in vivo. Simpulan: Tinta cumi memiliki potensi besar sebagai agen pendukung dalam terapi kanker yang inovatif dan berkelanjutan, namun diperlukan penelitian lanjutan terutama uji klinis pada manusia