Muhsin Muhsin
Departemen Parasitologi, Program Studi Magister Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Skrining dan Edukasi Penyakit Menular sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Kota Sabang Winda Yulia; Harapan Harapan; Muhsin Muhsin; T Maulana; Iflan Nauval; Mulkan Azhari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 3 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kota Sabang berada di ujung barat Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan sehingga memiliki potensi resiko penularan penyakit infeksi menular seperti HIV dan Hepatitis B. Selain itu, Sabang pernah menjadi daerah endemis Malaria karena merupakan daerah tropis dengan area geografis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat di Kota Sabang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi dengan meningkatkan pemahaman terhadap pencegahan penyakit infeksi menular di Kota Sabang. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan interaktif, dan melakukan skrining HIV, hepatitis B, dan malaria. Hasil: Peserta yang hadir terdiri dari Masyarakat Kota Sabang, Dinkes, IDI, dan Bayangkari Kota Sabang. Kegiatan skrining berhasil mengidentifikasi beberapa individu yang berisiko atau memiliki indikasi awal penyakit. Dari 41 orang yang menjalani pemeriksaan darah, seluruhnya menunjukkan hasil negatif untuk HIV dan hepatitis, sedangkan 1 orang terdeteksi positif malaria. Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa program skrining dan edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit menular di masyarakat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: edukasi, hepatitis, HIV, malaria, sabang, skrining kesehatan ____________________________________________________________________ Abstract Background: Sabang, Indonesia's westernmost island, is a popular tourist destination with substantial population mobility, which may increase the risk of transmission of infectious diseases, including human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B, and malaria. In addition, Sabang has historically been a malaria-endemic area because its tropical climate and environmental characteristics provide favorable conditions for mosquito breeding. Community-based health promotion and early disease screening are therefore essential to strengthen infectious disease prevention and control. Objective: This community service program aimed to improve community awareness of infectious disease prevention through health education and screening for HIV, hepatitis B, and malaria. Method: A community-based intervention was conducted using interactive health education sessions followed by voluntary screening for HIV, hepatitis B, and malaria. The educational component focused on disease transmission, prevention strategies, and the importance of early detection. Screening outcomes were analyzed descriptively. Result: The program involved community members, representatives of the Sabang Health Office, the Indonesian Medical Association (IDI), and the Sabang Police Wives' Association. Among the 41 participants who underwent blood screening, all tested negative for HIV and hepatitis B, whereas one participant tested positive for malaria. The educational sessions also enhanced participants' awareness of infectious disease prevention and the importance of early health screening. Conclusion: Community-based health education combined with infectious disease screening is a feasible approach for improving public awareness and supporting the early detection of infectious diseases. Regular implementation of similar programs may strengthen promotive and preventive public health efforts, particularly in areas with high population mobility and a history of endemic infectious diseases. Keywords: education, health screening, hepatitis, HIV, malaria, sabang