Aslinawati
Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penantian dalam Iman Kristen: Suatu Kajian Biblika-Teologis tentang Ketekunan, Pengharapan, dan Pengenalan akan Allah Rasmalem Raya Sembiring; Robbye Manik; Aslinawati; Petrus Posma Silaban
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i2.297

Abstract

Abstract Waiting is an integral part of Christian faith, although modern culture often views it negatively as a sign of delay or God’s absence. This article examines waiting as part of God’s providential work in redemptive history through a biblical-theological and redemptive-historical approach, enriched by systematic theological reflection. The study demonstrates that waiting is used by God to cultivate perseverance in faith and deepen believers’ knowledge of Christ. Christian waiting is not passive resignation, but a spirituality of hope rooted in God’s promises and lived within the eschatological tension of the “already” and the “not yet.” Furthermore, waiting possesses christological, eschatological, relational, and ecclesiological dimensions because the biblical pattern of waiting finds its fulfillment in Christ and shapes the church as a community of hope awaiting the fullness of God’s kingdom. Thus, waiting should be understood not as a sign of God’s absence, but as a theological space in which God purifies faith, forms perseverance, and draws His people into a deeper knowledge of Himself. Keywords: waiting, perseverance, knowledge of God, providence, redemptive history Abstrak Penantian merupakan bagian penting dalam kehidupan iman Kristen, meskipun budaya modern sering memandangnya secara negatif sebagai tanda keterlambatan atau ketidakhadiran Allah. Artikel ini mengkaji penantian sebagai bagian dari karya providensial Allah dalam sejarah penebusan dengan pendekatan teologi biblika dan redemptive-historical, serta refleksi teologi sistematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penantian dipakai Allah untuk membentuk ketekunan iman dan memperdalam pengenalan umat percaya kepada Kristus. Penantian Kristen bukan sikap pasif, melainkan spiritualitas pengharapan yang berakar pada janji Allah dan hidup dalam ketegangan antara “sudah” dan “belum.” Selain itu, penantian memiliki dimensi kristologis, eskatologis, relasional, dan eklesiologis karena seluruh pola penantian Alkitab digenapi dalam Kristus dan membentuk gereja sebagai komunitas pengharapan akan kerajaan Allah. Dengan demikian, penantian dipahami sebagai ruang teologis tempat Allah memurnikan iman, membentuk ketekunan, dan membawa umat-Nya semakin mengenal diri-Nya. Kata Kunci: penantian, ketekunan, pengenalan akan Allah, providensia, sejarah penebusan.
Pemahaman Jemaat GBI AM terhadap Doktrin Kasih Karunia dan Relevansinya terhadap Pertumbuhan Rohani dalam perspektif Teologi Reformed-Injili (Studi berdasarkan Efesus 2:1-10 dan Roma 5:1-11) Rasmalem Raya Sembiring; Robbye Manik; Aslinawati; Petrus Posma Silaban
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.260

Abstract

Abstract This study aims to describe the GBI Antiokhia Medan congregation's understanding of the doctrine of God's grace and examine how this understanding is relevant to their spiritual growth. This study employed a qualitative, descriptive-phenomenological approach through in-depth interviews with several GBI AM congregation members. Two biblical texts form the the theological foundation of the study : Ephesians 2:1-10 and Romans 5:1-11, which emphasize that salvation is received solely by God’s grace. The findings indicate that, in general, the congregation understands grace as an undeserved gift from God. However, some members still tend to associate it with human efforts to "repay" that grace through good deeds. Analysis from a Reformed-Evangelical theological perspective highlights that a proper understanding of grace fosters a humble, grateful, and Christ-centered spirituality. Based on these findings, the study recommends that spiritual formation programs at GBI Anthiokia Medan emphasize grace as the foundation principle for the congregation's spiritual growth. Keywords: grace; spiritual growth; Reformed-Evangelical; Ephesians 2; Romans 5. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman jemaat GBI Antiokhia Medan terhadap doktrin kasih karunia Allah dan menelaah bagaimana pemahaman tersebut relevan terhadapa pertumbuhan rohani mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-fenomenologis melalui wawanara mendalam dengan sejumlah jemaat GBI AM. Dua teks Alkitab yang menjadi dasar teologis penelitian adalah Efesus 2:1-10 dan Roma 5:1-11, yang menekankan bahwa keselamatan adalah anugerah semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum jemaat memahami kasih karunia sebagai pemberian Allah yang tidak layak diterima. Namun sebagian anggota masih cenderung mengaitkannya dengan usaha manusia untuk “membalas” kasih karunia dengan perbuatan baik. Analisis dari perspektif teologi Reformed-Injili menegaskan bahwa pemahaman kasih karunia yang benar melahirkan spiritualitas yang rendah hati, penuh rasa syukur, dan berpusat pada Kristus. Penelitian ini merekomendasikan agar pembinaan rohani di GBI Antiokhia Medan menekankan kasih karunia sebagai fondasi utama dalam pertumbuhan rohani jemaat. Kata Kunci: kasih karunia; pertumbuhan rohani; Reformed-Injili; Efesus 2; Roma 5