Sriyono Sriyono
Bidang Transmisi dan Distribusi, PT. PLN Research Institute

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN DEDIESELISASI PULO PANJANG - DAMPAK EKONOMI, TEKNIK, DAN LINGKUNGAN Ahmad Taufik Yunanto; Sriyono Sriyono; Sumardi Sumardi
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 28, No 2 April (2026): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transmisi.28.2.83-93

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan emisi melalui target Net Zero Emission (NZE) 2060. Dalam sektor ketenagalistrikan, komitmen ini diterjemahkan melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2060 dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034 yang menekankan dedieselisasi dan peningkatan bauran energi terbarukan. Salah satu tantangan adalah sistem kelistrikan pulau berbasis diesel yang terpisah dari jaringan utama, seperti sistem Pulo Panjang di Banten. Penelitian ini mengkaji bagaimana transformasi sistem Pulo Panjang dari konfigurasi eksisting menuju sistem hibrida dan sistem full renewable energy (full RE) mempengaruhi kinerja teknik, ekonomi, dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan berupa kajian dan simulasi untuk membandingkan parameter Levelized Cost of Energy (LCOE), biaya bahan bakar, indikator keandalan, serta intensitas emisi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa topologi Full RE memberikan performa ekonomi terbaik dengan penurunan LCOE sebesar 4% dan 84% penghematan biaya bahan bakar dibandingkan sistem eksisting, meskipun tingkat keandalannya sedikit lebih rendah dari sistem hibrida dengan unmet load dibawah 1% dari total produksi energi. Performa lingkungan topologi full RE menghasilkan intensitas emisi CO2 terendah dengan penurunan emisi sebesar 82.19%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa dedieselisasi Pulo Panjang menuju sistem Full RE merupakan langkah strategis dan terukur untuk mendukung target NZE serta dapat direplikasi pada sistem kelistrikan kepulauan lainnya di Indonesia.