Sistem hidroponik modern menghadapi masalah ketidakstabilan kadar nutrisi dan ketersediaan air. Penelitian sebelumnya belum mengintegrasikan Supervisory Adaptive Fuzzy Control (SAFC) dengan pemantauan IoT secara terpadu dan adaptif. Penelitian ini penting untuk mendukung pertanian presisi yang berkelanjutan melalui kontrol hidroponik otomatis yang efisien dan responsif, yang dapat beradaptasi dengan dinamika lingkungan pertanian modern. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem hidroponik cerdas berbasis IoT dengan menggunakan SAFC untuk menstabilkan nutrisi dan ketersediaan air. Pendekatan eksperimental diterapkan, mencakup desain arsitektur IoT, perakitan prototipe, implementasi algoritma SAFC, serta pengujian dan analisis. Pengujian mencakup akurasi sensor, validasi aturan, dan analisis real-time terhadap stabilitas nutrisi dan ketersediaan air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor TDS mencapai akurasi 96,49% dengan kesalahan 3,51%, sedangkan sensor ultrasonik mencapai akurasi 95,66% dengan kesalahan 4,34%. Sistem secara konsisten memenuhi sembilan aturan SAFC pada semua variasi pengujian. Eksperimen stabilitas yang berlangsung selama 33 menit untuk setiap variasi menunjukkan bahwa rasio aliran 1:2 menghasilkan stabilitas terbaik yakni kategori cukup, dengan rata-rata TDS 762,83 ppm dan tingkat kedalaman air 6,05 cm. Integrasi IoT memungkinkan sinkronisasi data secara real-time antara prototipe, aplikasi seluler, dan aplikasi desktop dengan akurasi transmisi 100%, mendukung pemantauan dan pengendalian jarak jauh yang efisien dan berkelanjutan pada sistem hidroponik. Temuan ini memperkuat pengembangan pertanian presisi cerdas berbasis kontrol adaptif. Penelitian lebih lanjut sebaiknya mengintegrasikan pembelajaran mesin ringan dan validasi dalam lingkungan rumah kaca dunia nyata.