Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF LINEN MANAGEMENT WITH A PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING AND CONTROLLING (POAC) APPROACH AT THE LAUNDRY INSTALLATION OF BAHTERAMAS HOSPITAL, SOUTHEAST SULAWESI PROVINCE IN 2026 Hasmita; Marheni Fadillah Harun; Muhammad Al Rajab
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i3.2914

Abstract

Pengelolaan linen merupakan salah satu pelayanan penunjang rumah sakit yang berperan penting dalam menjaga mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan pencegahan infeksi. Pengelolaan linen yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko infeksi nosokomial, kerusakan linen, serta menghambat kelancaran pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan linen berdasarkan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) di Instalasi Binatu RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala instalasi binatu, petugas binatu, petugas Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), dan petugas sanitasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning telah dilaksanakan melalui penyusunan kebutuhan linen, penyediaan sarana prasarana, dan penyusunan standar operasional prosedur, meskipun masih ditemukan keterbatasan infrastruktur serta pencatatan yang belum optimal. Pada aspek organizing, rumah sakit telah memiliki struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas, namun jumlah petugas pada beberapa bagian belum sepenuhnya sebanding dengan beban kerja. Aspek actuating menunjukkan bahwa seluruh tahapan pengelolaan linen telah dilaksanakan sesuai alur mulai dari pengumpulan, pemilahan, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, penyimpanan hingga distribusi, walaupun masih ditemukan kendala berupa kerusakan linen, keterlambatan distribusi, serta kepatuhan penggunaan alat pelindung diri yang belum konsisten. Pada aspek controlling, kegiatan pengawasan telah dilakukan secara rutin melalui monitoring, evaluasi, supervisi, dan koordinasi dengan Tim PPI, namun sistem dokumentasi dan pelaporan masih memerlukan penyempurnaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan linen di Instalasi Binatu RSUD Bahteramas telah menerapkan seluruh fungsi manajemen POAC, tetapi pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal sehingga diperlukan peningkatan pada aspek sarana prasarana, sumber daya manusia, sistem dokumentasi, dan evaluasi berkelanjutan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF NURSING WORK LIFE AND THE PERFORMANCE OF INPATIENT INSTALLATION NURSES AT THE BLUD OF SOUTHEAST SULAWESI PROVINCIAL PSYCHIATRIC HOSPITAL IN 2026 Mutia Amalia Rahma; Noviani Munsir; Muhammad Al Rajab
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i3.2916

Abstract

Quality of Nursing Work life (QNWL) merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Kualitas kehidupan kerja yang baik akan meningkatkan motivasi, kepuasan kerja, dan produktivitas perawat sehingga berdampak pada peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Quality of Nursing Work life terhadap kinerja perawat instalasi rawat inap di BLUD Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 89 perawat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sehingga diperoleh sebanyak 72 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Quality of Nursing Work life berdasarkan teori Brooks dan Anderson (2005) serta kuesioner kinerja perawat berdasarkan standar proses keperawatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48 responden (66,7%) memiliki Quality of Nursing Work life kategori baik dan 50 responden (69,4%) memiliki kinerja perawat kategori baik. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,019 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Quality of Nursing Work life dengan kinerja perawat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik Quality of Nursing Work life yang dirasakan perawat, maka semakin baik pula kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan kualitas kehidupan kerja perawat melalui perbaikan lingkungan kerja, dukungan organisasi, dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.