fadilah hasibuan
Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim Pasir Pangaraian

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membentuk Warga Negara Yang Baik Di Era Digital fadilah hasibuan; Syamzaimar Syamzaimar
Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Juni 2026
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v8i2.1666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk warga negara yang baik di era digital, khususnya dalam kaitannya dengan perilaku sosial peserta didik di ruang digital. PKn tidak hanya dipahami sebagai mata pelajaran yang berfokus pada penguasaan pengetahuan tentang sistem ketatanegaraan, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam pembentukan karakter, nilai, dan civic disposition peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (systematic literature review) yang mengacu pada pedoman PRISMA, dengan sumber data sebanyak 21 literatur ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKn memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab, toleransi, nasionalisme, dan kesadaran demokratis, namun implementasinya di sekolah masih didominasi metode ceramah dan hafalan sehingga kurang optimal dalam menginternalisasikan nilai kewarganegaraan secara kontekstual. Di sisi lain, perkembangan era digital menghadirkan tantangan baru seperti hoaks, cyberbullying, dan penurunan etika komunikasi yang menuntut integrasi konsep kewarganegaraan digital dalam pembelajaran PKn. Integrasi ini penting agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Kesimpulannya, PKn memiliki peran multidimensional dalam membentuk karakter dan perilaku sosial peserta didik di era digital sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berbasis teknologi.