Penggunaan media sosial yang semakin intensif dalam kehidupan sehari-hari berpotensi memunculkan perilaku adiktif yang berdampak pada kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen Social Media Addiction Syndrome (SOMAS) berdasarkan Components Model of Addiction. Penelitian melibatkan 676 pengguna media sosial di Indonesia berusia 13–25 tahun yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu 338 responden untuk Exploratory Factor Analysis (EFA) dan 338 responden untuk Confirmatory Factor Analysis (CFA). Instrumen awal terdiri dari 30 item yang disusun berdasarkan enam komponen adiksi, yaitu salience, mood modification, tolerance, withdrawal, conflict, dan relapse. Hasil EFA menunjukkan terbentuknya tiga faktor utama dengan nilai eigenvalue ≥ 1 dan mengeliminasi lima item dengan factor loading di bawah 0,30, sehingga tersisa 25 item. Ketiga faktor tersebut diinterpretasikan sebagai dimensi kompulsif, hilangnya kontrol diri (loss of control), dan regulasi emosi (mood modification). Hasil CFA menunjukkan bahwa model memiliki kecocokan yang baik dengan data (CFI = 0,933; TLI = 0,924; RMSEA = 0,057; SRMR = 0,048). Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang baik dengan koefisien omega berkisar antara 0,742–0,888 dan reliabilitas total sebesar ω = 0,939. Temuan ini menunjukkan bahwa skala SOMAS memiliki validitas konstruk dan reliabilitas yang baik sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengidentifikasi kecenderungan adiksi media sosial pada remaja dan dewasa awal di Indonesia. Kata kunci: Adiksi media sosial, social media addiction syndrome, validasi skala, exploratory factor analysis (EFA), confirmatory factor analysis (CFA) Ketergantungan Pada Sosial Media