Rokok elektrik adalah perangkat pengantar nikotin bertenaga baterai yang menyerupai rokok dan dirancang untuk memberikan dosis nikotin yang dihirup melalui larutan yang diuapkan ke sistem pernapasan. Kandungan nikotin pada rokok elektrik bila digunakan dalam jangka panjang akan terakumulasi dalam tubuh yang dapat mengganggu metabolisme lemak yang berakibat pada peningkatan kadar kolesterol total. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan rokok elektrik terhadap kadar kolesterol total. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan design cross sectional. Populasi sebanyak 106 orang laki-laki perokok elektrik di Desa Beringkit yang tersebar di empat Banjar dan penentuan sampel dengan proporsional random sampling. Data didapatkan 30 orang responden laki-laki pengguna rokok elektrik yang berusia 18 – 24 tahun, melalui wawancara dan pemeriksaan kolesterol total menggunakan metode CHOD-PAP. Kadar kolesterol total normal sebanyak 73,3% responden, dan 26,7 % responden dengan kadar kolesterol melebihi batas normal. Responden dengan kadar kolesterol melebihi kadar normal ditemukan pada responden yang mengonsumsi nikotin ≥ 0,1 mg/ml dan lama merokok ≥2 tahun. Hasil uji korelasi dengan uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara lama merokok elektrik dengan kadar kolesterol (p<0,001, r = 0,311) dan hubungan yang rendah antara jumlah nikotin yang dikonsumsi setiap hari dengan kadar kolesterol (p=0,095, r = 0,623). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama penggunaan rokok elektrik dengan kadar kolesterol total, sehingga pemantauan kadar kolesterol secara berkala direkomendasikan bagi pengguna rokok elektrik jangka panjang.