Berpikir aljabar merupakan salah satu kompetensi esensial dalam matematika yang idealnya sudah mulai ditanamkan sejak pendidikan dasar. Dalam hal ini, pola bilangan berfungsi sekaligus sebagai fondasi awal dan jembatan transisi menuju penguasaan konsep aljabar yang lebih kompleks. Akan tetapi, berbagai kajian empiris yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat penguasaan kompetensi ini pada peserta didik di jenjang sekolah dasar masih memerlukan perhatian yang lebih mendalam. Penelitian ini dirancang untuk memetakan profil kemampuan berpikir aljabar siswa SD pada materi pola bilangan, mengidentifikasi hambatan belajar yang paling sering dijumpai, serta menelaah bagaimana pilihan model pembelajaran memengaruhi peningkatan kemampuan tersebut. Pendekatan yang dipilih adalah studi literatur sistematis berbasis kualitatif, yang dilaksanakan melalui proses pengumpulan, penyaringan, dan analisis terhadap sebelas artikel penelitian terpilih yang dipublikasikan dalam rentang 2021 sampai 2025. Temuan dari kajian ini memperlihatkan bahwa mayoritas siswa baru sanggup mengidentifikasi dan meneruskan pola yang tergolong sederhana, namun belum mampu secara memadai dalam hal generalisasi pola dan pemakaian representasi simbolik. Hambatan belajar yang dijumpai terbagi dalam tiga ranah: hambatan ontogenik, hambatan didaktis, dan hambatan epistemologis, yang kesemuanya diperparah oleh lemahnya number sense serta keterampilan computational thinking. Adapun penerapan model Problem Based Learning (PBL) secara konsisten memperlihatkan keunggulan dibanding pola pengajaran konvensional, sementara pemanfaatan media digital interaktif berhasil mendorong motivasi dan partisipasi aktif peserta didik.