Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELUANG DAN TANTANGAN INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE (AI) DALAM PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN PAI: ANALISIS ETIKA KOMUNIKASI ISLAM Raehan Dika; Khusnu Al Rizqiyah; Muhammad Gilang Syaputra; Recha Firmansyah; Haikal Arsel Deswara
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59591

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonstruksi kerangka kerja etis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) guna mengatasi ketegangan antara efisiensi digital dengan risiko distorsi konten keagamaan. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), sampel penelitian terdiri dari 20 artikel ilmiah bereputasi (2020–2025) yang diekstraksi dari database Scopus dan SINTA. Data dianalisis menggunakan Analisis Isi Tematis kualitatif melalui tahapan kondensasi, kategorisasi, dan triangulasi literatur.Temuan spesifik menunjukkan bahwa AI generatif berhasil memotong waktu produksi media visual sejarah hingga 70%. Namun, sistem secara konsisten memicu risiko AI hallucination berupa fabrikasi teks hadits, pencampuran riwayat sanad, dan bias mazhab tunggal pada isu fiqih khilafiyah. Sebagai solusi konkret untuk menutup celah tersebut, penelitian ini berhasil merumuskan Framework Tabayyun Digital melalui tiga lapisan filtrasi etis: rekayasa instruksi (prompt) berbasis rujukan mu'tabar, evaluasi internal multi-agen, dan validasi manual guru (human-in-the-loop). Model ini memposisikan AI secara proporsional sebagai asisten mekanis (khadim), bukan sumber kebenaran mutlak.Implikasinya, kerangka kerja ini bermanfaat meredefinisi peran guru sebagai epistemological guardian di kelas, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi pengambil kebijakan dalam merancang standardisasi literasi AI etis serta pengembangan pangkalan data keagamaan resmi yang terverifikasi secara otoritatif.