Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SENI KONVENSIONAL PADA GENERASI ALPHA: REKONSTRUKSI PEDAGOGIS DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN SENI RUPA, MUSIK, DAN TARI Redhi Maha Sukmawan; Sri Murwati; Alvina Lolita; Alvin Pratama Ramadhan; Mohga Mohamed Fouad Mohamed; Hartono Hartono; Restu Lanjari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59596

Abstract

Generasi Alpha adalah kelompok generasi yang lahir antara tahun 2010 dan 2025 serta tumbuh besar dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh teknologi digital, internet, dan kecerdasan buatan. Perkembangan teknologi digital saat ini telah membentuk Generasi Alpha sebagai generasi yang ditandai oleh pembelajaran yang bersifat visual, interaktif, cepat, dan didominasi oleh teknologi. Fenomena ini menimbulkan tantangan bagi pengelolaan pendidikan seni, terutama dalam implementasi pendidikan seni konvensional, yang selama ini menekankan pada praktik langsung, pelatihan manual, pengalaman estetika fisik dan motorik, serta pembelajaran berbasis demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan seni konvensional bagi Generasi Alpha melalui perspektif pendidikan seni rupa, musik, dan tari, serta merumuskan strategi rekonstruksi pedagogis yang relevan dengan karakteristik belajar Generasi Alpha sebagai generasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan interpretatif melalui reduksi, kategorisasi, dan sintesis tematik dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni konvensional masih memiliki relevansi yang signifikan dalam membentuk kepekaan estetika, kecerdasan kinestetik, ekspresi emosional, dan keterampilan motorik siswa. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan struktural berupa rentang perhatian yang pendek, budaya instan, gangguan digital, serta perubahan pola interaksi belajar pada Generasi Alpha. Keunikan penelitian ini terletak pada perumusan konsep rekonstruksi pedagogis pendidikan seni konvensional berdasarkan integrasi adaptif yang memposisikan teknologi bukan sebagai pengganti, melainkan sebagai instrumen akseleratif dalam mempertahankan esensi pengalaman artistik langsung. Dengan demikian, pendidikan seni konvensional perlu diposisikan ulang secara pedagogis melalui pendekatan integratif, kontekstual, dan partisipatif agar tetap relevan dalam pendidikan abad ke-21.