Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TREN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MATERI KPK DAN FPB DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH STUDI LITERATUR Maria Christiani Sihombing; Naqiyya Rihadatul Hanifa; Salsabila Maulid Tania Bilqis; Siti Hodijah; Hafiziani Eka Putri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59627

Abstract

Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan salah satu topik matematika yang paling banyak menimbulkan kesulitan belajar bagi siswa sekolah dasar (SD). Rendahnya pemahaman konseptual siswa terhadap materi ini mendorong kebutuhan akan inovasi media pembelajaran yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penggunaan media pembelajaran pada materi KPK dan FPB di sekolah dasar berdasarkan kajian literatur periode 2021-2025, serta mengidentifikasi tingkat efektivitas dan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada tiga fase Wahono (2015): perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Penelusuran dilakukan pada tiga basis data akademik, yaitu Google Scholar, Portal Garuda, dan Semantic Scholar, dengan rentang publikasi 2021-2025. Dari 127 artikel yang ditemukan, sebanyak 18 artikel lolos seleksi PRISMA dan dijadikan korpus analisis. Hasil kajian mengidentifikasi tiga kategori media pembelajaran: media manipulatif tradisional (Dakota, Congklak, Dakon Bilangan), media digital interaktif (Math Smart, TAMFAK, Video Powtoon), dan media berbasis permainan digital (ZEP Quiz, Quizizz, Si Pontar). Seluruh media terbukti berdampak positif terhadap hasil belajar dan motivasi siswa. Tren menunjukkan pergeseran konsisten dari media tradisional menuju media digital interaktif, dipercepat oleh adopsi teknologi pasca-pandemi Covid-19. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pemilihan media yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dan karakteristik siswa. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi longitudinal, perbandingan langsung antara media tradisional dan digital, serta pengembangan media yang mengakomodasi keberagaman gaya belajar siswa