Pelayanan administrasi kependudukan di lingkungan pemerintah daerah selama ini masih banyak bergantung pada mekanisme tatap muka yang menuntut warga hadir langsung ke kantor pelayanan, sehingga menimbulkan antrean panjang dan waktu tunggu yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi transformasi layanan mandiri warga berbasis administrasi mobile sebagai wujud penerapan prinsip agile governance di lingkungan Pemerintah Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah design and development research dengan pendekatan studi kasus pada purwarupa aplikasi layanan mandiri berbasis web dan mobile yang mengadopsi siklus pengembangan iteratif (sprint) serta pengujian black-box terhadap modul pengajuan, verifikasi, dan pemantauan status layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan agile pada siklus pengembangan layanan mampu mempercepat waktu rilis fitur, meningkatkan responsivitas terhadap kebutuhan warga, serta menyederhanakan proses verifikasi berkas melalui dasbor petugas yang terintegrasi. Uji fungsionalitas terhadap sembilan skenario inti menunjukkan tingkat validitas 100%, sementara evaluasi pengalaman pengguna menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi kemudahan penggunaan dan kecepatan layanan dibandingkan mekanisme manual sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi layanan mandiri berbasis administrasi mobile dapat menjadi instrumen strategis bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola yang lincah, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi replikasi di organisasi perangkat daerah lain.