Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kerja konseptual digital parenting yang mengintegrasikan nilai Surah Luqman ayat 12-19 ke dalam teori komunikasi keluarga guna mengatasi kegagalan mediasi digital sekuler-restriktif hingga saat ini. Menggunakan metode kajian pustaka konseptual (conceptual literature review), sampel data penelitian ini mencakup teks tafsir Al-Qur'an otoritatif serta artikel jurnal ilmiah bertema parental media mediation yang dipublikasikan hingga awal tahun 2024. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dan analisis tematik.Hasil penelitian secara spesifik merumuskan Model Mediasi Aktif-Spiritual sebagai bentuk sintesis interdisipliner. Ditemukan bahwa sapaan empatik "Ya Bunayya" berkonvergensi secara struktural dengan orientasi percakapan tinggi (high conversation orientation) yang mampu meruntuhkan kesenjangan digital melalui pembentukan kepercayaan digital (digital trust) antara orang tua dan anak. Lebih lanjut, doktrin pengawasan Allah (muraqabah) pada ayat 16 terbukti berfungsi sebagai sistem penyaringan internal (internal firewall) yang melahirkan regulasi diri (self-regulation) secara mandiri pada anak dalam menghadapi anonimitas siber. Model ini juga mendekonstruksi narsisme digital melalui penguatan etika sosial pada ayat 18-19, sehingga menggeser lokus kendali dari pengawasan fisik-eksternal menjadi kesadaran spiritual transendental. Model ini berimplikasi pada pentingnya reorientasi kurikulum pengasuhan di lembaga pendidikan Islam dan pembaruan kebijakan standardisasi modul bimbingan perkawinan oleh Kementerian Agama melalui pengintegrasian kompetensi warga digital berbasis wahyu.