Dengan mengadopsi metode Systematic Literature Review (SLR) yang berpedomankan PRISMA, kajian ini berupaya mensintesis peran pedagogi deep learning dan konstruktivisme Islami dalam memperkuat pembelajaran bermakna di jenjang madrasah ibtidaiyah seiring perkembangan society 5.0. Literatur diidentifikasi melalui Google Scholar, Crossref, DOAJ, jurnal terindeks SINTA, dan pangkalan data internasional terbuka dengan kata kunci pembelajaran bermakna, deep learning, konstruktivisme Islami, madrasah ibtidaiyah, dan society 5.0. Dari 64 dokumen yang disaring, 25 publikasi terpilih untuk dianalisis. Temuan riset ini mengindikasikan bahwa pembelajaran bermakna di madrasah ibtidaiyah tercipta apabila siswa mampu mengaitkan pengetahuan prasyarat, prinsip keislaman, interaksi sosial, penjelajahan digital, dan refleksi atas pengalaman. Pembelajaran mendalam (deep learning) berkontribusi signifikan melalui proses inkuiri, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta pemecahan masalah yang otentik. Konstruktivisme Islam turut memperkaya tahapan ini dengan menempatkan siswa sebagai aktor utama yang membangun pemahaman dalam kerangka tauhid, adab, tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran society 5.0 di madrasah ibtidaiyah harus mengintegrasikan pedagogi digital dengan pembelajaran konstruktivis yang berakar pada nilai-nilai.