Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Kawasan dalam Mewujudkan Kota Ramah Anak melalui Ruang Publik Aksesibel, Aman, dan Kreatif: Studi Kasus Kawasan RTM Depok Syifa Rahmi Meliansari Syifa; husnul masyitoh husnul; Nur Hadiyatun Nabawi Nur
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v12i01.19718

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat seringkali belum sepenuhnya memperhatikan kebutuhan anak sebagai pengguna ruang kota. Keterbatasan ruang publik yang aksesibel, aman, dan mendukung aktivitas bermain menyebabkan anak-anak memanfaatkan ruang jalan sebagai tempat beraktivitas, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi eksisting serta merumuskan strategi transformasi kawasan dalam mewujudkan kota ramah anak melalui pengembangan ruang publik yang aksesibel, aman, dan kreatif pada Kawasan RTM Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara dengan warga, serta studi literatur. Analisis dilakukan terhadap aspek spasial kawasan, aksesibilitas, konektivitas, citra kawasan, aktivitas pengguna, serta rute pergerakan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memiliki potensi pengembangan lingkungan ramah anak melalui peningkatan konektivitas jaringan jalan, optimalisasi ruang terbuka, serta pengembangan jalur pedestrian yang lebih aman. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirumuskan konsep pengembangan kawasan melalui strategi rute aman dan menyenangkan, jaringan pergerakan yang terhubung, serta jalur yang mudah dikenali oleh anak-anak. Strategi ini didukung oleh program peningkatan aksesibilitas, penerapan infrastruktur hijau, pengembangan transportasi terintegrasi, serta penyediaan ruang publik yang terdistribusi dalam radius berjalan kaki. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih inklusif, aman, dan mendukung aktivitas sosial masyarakat, sekaligus mewujudkan kawasan yang lebih ramah anak.