Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami ibu hamil trimester pertama akibat perubahan hormonal, dengan prevalensi global berkisar 50–80% dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, asupan nutrisi, serta kualitas hidup ibu. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk mengurangi keluhan tersebut adalah akupresur pada titik Perikardium 6 (PC6). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas akupresur titik Perikardium 6 dalam menurunkan keparahan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dipilih secara purposive sampling. Keparahan emesis diukur menggunakan kuesioner PUQE-24, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney (α=0,05) setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil menunjukkan pada kelompok intervensi keparahan menurun dari kategori sedang (73,3%) dan berat (20,0%) menjadi mayoritas ringan (80,0%) tanpa kategori berat, sedangkan pada kelompok kontrol tidak membaik bahkan kategori berat meningkat dari 6,7% menjadi 13,3%. Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney sama-sama menghasilkan p=0,001 (p<0,05). Disimpulkan akupresur titik Perikardium 6 efektif menurunkan keparahan emesis gravidarum dan dapat diintegrasikan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan dalam pelayanan antenatal.