Layanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan sistem yang mudah diakses, aman, serta mampu mendukung proses penanganan dan administrasi secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pelaporan kekerasan berbasis web pada DP3A Kabupaten Nabire yang menyediakan pelaporan tanpa registrasi dan login, pilihan anonimitas, kode pelacakan laporan, pengelolaan tindak lanjut, serta otomatisasi surat pengantar kepolisian dalam format PDF. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Science Research yang mencakup identifikasi masalah, penetapan tujuan solusi, perancangan dan pengembangan artefak, demonstrasi, evaluasi, serta komunikasi hasil. Pemodelan proses bisnis dilakukan melalui diagram aktivitas, rancangan arsitektur sistem, serta prototipe antarmuka. Demonstrasi dan pengujian sistem menggunakan data simulasi untuk melindungi kerahasiaan informasi korban. Evaluasi dilakukan melalui pengujian fungsional menggunakan metode black-box testing serta pengukuran efisiensi administratif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 15 skenario fungsional berjalan sesuai dengan keluaran yang diharapkan dengan tingkat keberhasilan sebesar 100 persen. Pengukuran simulatif terhadap pembuatan surat pengantar kepolisian menunjukkan penurunan waktu rata-rata dari 19,2 menit menjadi 5,6 menit atau peningkatan efisiensi sebesar 70,83 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat mengurangi hambatan akses pelaporan, mendukung perlindungan identitas, meningkatkan transparansi perkembangan laporan, serta menyederhanakan proses administrasi. Penelitian ini masih terbatas pada penggunaan data simulasi dan belum mencakup pengujian kegunaan maupun pengujian keamanan secara khusus.