Perkembangan Artificial intelligence (AI) telah mendorong perubahan mendasar dalam paradigma pendidikan, khususnya terhadap posisi dan peran guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi peran guru di era AI, dari sumber utama pengetahuan menuju fasilitator pembelajaran yang adaptif, serta mengidentifikasi strategi kolaborasi yang relevan antara guru dan AI dalam konteks pendidikan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research melalui teknik content analysis terhadap berbagai literatur yang relevan, meliputi jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran AI telah memicu pergeseran epistemic authority dari guru kepada sistem Artificial Intelligence sebagai rujukan utama peserta didik, yang menuntut rekonstruksi otoritas pedagogik guru melalui empat peran baru: fasilitator, mentor, mediator, dan validator pengetahuan. Keberhasilan integrasi AI dalam pendidikan mensyaratkan kolaborasi seimbang antara kapabilitas AI dan kompetensi pedagogik guru, yang dapat diwujudkan melalui penguatan literasi AI, perancangan pembelajaran student centered berbantuan AI, serta internalisasi etika digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa guru tidak tergantikan oleh AI karena dimensi humanistik pendidikan, pembentukan karakter, bimbingan emosional, dan penanaman nilai moral, hanya dapat diwujudkan melalui kehadiran dan keteladanan manusia.