Penelitin ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi pembelajaran matematika menggunakan kurikulum merdeka pada jenjang SMP dimulai dari kegiatan perencanaan, proses, hingga penilaian pembelajaran; dan (2) mendeskripsikan kendala yang dirasakan oleh guru SMP di Kota Yogyakarta dalam implementasi pembelajaran matematika menggunakan kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Sumber data dalam penelitian yaitu 13 peserta didik dan 12 guru matematika SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengembangan yang dilakukan Miles, Huberman, Saldana yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil pengumpulan data diambil kesimpulan bahwa implementasi pembelajaran matematika menggunakan kurikulum merdeka sudah berjalan cukup baik. Terdapat tiga tahapan pelaksanaan pembelajaran yaitu 1) Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan membuat perangkat modul ajar. Pada kurikulum merdeka guru diberikan kebebasan untuk menganalisis CP menjadi tujuan pembelajaran kemudian menyusun ATP secara mandiri. Guru juga diberikan kebebasan untuk membuat bahan ajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 2) Proses pembelajaran terbagi menjadi tiga tahap yaitu pembuka, inti, dan penutup. Kegiatan pembuka dilaksanakan dengan berdoa, pemberian motivasi dan apersepsi. Kegiatan inti berisi penyampaian materi dan penggunaan media pembelajaran yang berdiferensiasi dengan berdasarkan pada elemen proses pembelajaran matematika. Kegiatan penutup berisi kesimpulan dan reflesi. 3) Penilaian terdiri atas tiga jenis yaitu diagnostik, formatif, dan sumatif dengan metode penilaian dominan yaitu tertulis. 4) Kendala terbagi menjadi dua yaitu internal yang berasal dari guru yang belum memahami kurikulum merdeka seutuhnya serta eksternal yaitu guru merasa kekurangan waktu serta adanya ASPD yang mengurangi esensi kebebasan pada kurikulum merdeka.