Muhammad Habibi Perdana
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PESANTREN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: ANALISIS STRUKTURASI ANTHONY GIDDENS Muhammad Habibi Perdana; Asep Rahmatullah
Darussalam Vol. 27 No. 02 (2026): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v27i02.906

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren sebagai agen perubahan pendidikan agama Islam melalui perspektif Teori Strukturasi Anthony Giddens. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research) yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, tesis, disertasi, serta dokumen resmi yang relevan dengan pendidikan pesantren dan teori strukturasi. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren telah mengalami transformasi dari lembaga pendidikan Islam tradisional menjadi institusi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan masyarakat melalui inovasi kurikulum, pembaruan metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan program pemberdayaan masyarakat. Analisis Teori Strukturasi Anthony Giddens menunjukkan bahwa perubahan pendidikan di pesantren merupakan hasil hubungan timbal balik antara struktur berupa nilai-nilai keislaman, tradisi, kepemimpinan kiai, dan sistem pendidikan dengan agen yang terdiri atas kiai, ustaz, santri, pengurus, dan alumni. Interaksi tersebut menghasilkan reproduksi sekaligus transformasi struktur pendidikan yang tetap mempertahankan identitas pesantren di tengah dinamika sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai agen perubahan pendidikan agama Islam karena mampu menjaga kesinambungan tradisi sekaligus melakukan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.