Artikel ini menyajikan kajian teologis terhadap 1 Korintus 3:5–15 serta menganalisis relevansinya terhadap implementasi model pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMK Negeri 1 Hiliserangkai. Tantangan dalam pembelajaran PAK kerap muncul akibat adanya dikotomi yang dipersepsikan antara pengajaran yang bersifat dogmatis dan tuntutan pedagogis yang dinamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan eksegesis historis-gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Korintus 3:5–15 memberikan landasan teologis yang kokoh bagi penerapan model pembelajaran PAIKEM. Rasul Paulus menegaskan metafora diakonos sebagai hamba Allah yang bekerja secara kolaboratif, dengan Kristus sebagai satu-satunya themelios (dasar) yang menuntut integritas dalam pelayanan pendidikan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa prinsip "menanam dan menyiram" merupakan antitesis terhadap pola pembelajaran yang pasif sekaligus menjadi katalis bagi keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan PAIKEM dalam konteks sekolah menengah kejuruan bukan sekadar inovasi metodologis, melainkan merupakan perwujudan pelayanan yang berpusat pada Kristus (Christocentric ministry) dan berorientasi pada pertumbuhan yang dianugerahkan Allah. Integrasi teologis ini memberikan dasar biblis yang kuat bagi pendidik untuk mengadopsi model-model pembelajaran inovatif tanpa mengorbankan hakikat spiritualitas Kristen. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan wacana Pendidikan Agama Kristen agar tetap relevan secara pedagogis dalam konteks pendidikan vokasional sekaligus setia kepada otoritas Alkitab.