Jamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai kesehatan, sosial, dan ekonomi serta berpotensi dikembangkan sebagai basis penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, kajian yang mengintegrasikan fungsi jamu sebagai media pelestarian kearifan lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran UMKM jamu tradisional dalam melestarikan kearifan lokal serta kontribusinya terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada UMKM Jamu Anisatul Farida di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM jamu tradisional berperan penting dalam menjaga pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun melalui pemanfaatan bahan herbal alami, teknik produksi tradisional, dan inovasi pengemasan serta pemasaran berbasis media digital. Selain berkontribusi terhadap pelestarian budaya, keberadaan UMKM jamu mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal. Meskipun demikian, pengembangan usaha masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, rendahnya pemanfaatan teknologi produksi, serta belum optimalnya perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap resep tradisional. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian jamu tradisional tidak hanya sebagai produk kesehatan berbasis budaya, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mendukung pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan.