Dedi Mugni Permadi
Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Supervisi yang Mensejahterakan: Strategi Kepala Sekolah dalam Mengintegrasikan Dimensi Well-Being dalam Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kepuasan Kerja Guru Dedi Mugni Permadi; Tito Parta Prabowo; Ismael Ismael; Pamuji Pamuji; Nursilawati Nursilawati; Feryna Feryna
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3465

Abstract

Supervisi akademik yang selama ini cenderung bersifat administratif dan hierarkis kurang optimal dalam meningkatkan kompetensi guru serta berkontribusi terhadap stres kerja dan rendahnya kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan dimensi well being ke dalam supervisi akademik serta mengembangkan model konseptual supervisi yang mensejahterakan untuk meningkatkan kompetensi dan kepuasan kerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan menganalisis secara tematik literatur ilmiah berupa artikel jurnal terindeks SINTA 2, 3 dan Scopus Q1 Q4, buku teks, serta dokumen kebijakan periode 2015 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi integrasi well being dalam supervisi akademik mencakup lima komponen utama: (1) perencanaan partisipatif berbasis identifikasi kebutuhan profesional dan psikologis guru, (2) pelaksanaan supervisi melalui pendekatan coaching, observasi non judgmental, dan dialog reflektif, (3) komunikasi empatik serta umpan balik konstruktif untuk membangun kepercayaan, (4) tindak lanjut berkelanjutan melalui komunitas praktik dan pendampingan kolaboratif, serta (5) integrasi simultan dimensi psikologis, sosial, profesional, dan spiritual. Supervisi yang mensejahterakan terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan personal guru, peningkatan kepuasan kerja, motivasi, dan komitmen, serta penurunan stres dan burnout. Model konseptual yang dikembangkan dengan kerangka Input Proses Output Outcome menegaskan bahwa supervisi harus berfungsi sebagai sistem pendukung (support system) bukan sistem kontrol. Kesimpulannya, supervisi yang mensejahterakan merupakan paradigma baru yang humanis dan memberdayakan serta menjadi keniscayaan dalam mewujudkan pendidikan bermutu.