Abdul Gafar Parinduri
Departemen Ilmu Forensik, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Panjang Telapak Kaki Berhubungan Positif Dengan Tinggi Badan Pada Suku Aceh Di Kota Medan Natasya Salsabilla; Abdul Gafar Parinduri
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.26506

Abstract

Abstrak: Identifikasi adalah penentuan dan pemastian identitas orang hidup maupun mati berdasarkan ciri khas yang terdapat pada orang tersebut dengan membandingkan data Antemortem dan Postmortem. Menurut standar Interpol, identifikasi identitas benar apabila berhasil diuji oleh  minimal satu pemeriksaan primer atau dua pemeriksaan sekunder. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan panjang telapak kaki terhadap tinggi badan pada suku Aceh di Kota Medan. Rancangan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang menggunakan metode random sampling (dipilih secara acak) dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 96 sampel. Responden laki-laki lebih tinggi dibandingkan responden perempuan. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna atau signifikan pada telapak kaki kiri dan kanan pada laki-laki maupun perempuan. Telapak kaki pada responden laki-laki lebih panjang daripada respon perempuan. Adanya korelasi positif dan signifikan terhadap peningkatan panjang telapak kaki kanan dan kiri, baik pada laki-laki maupun perempuan, maupun secara keseluruhan, maka tinggi badan akan semakin meningkat. Berdasarkan analisis regresi, hasil regresi forensik mengenai identifikasi antara panjang telapak kaki dengan tinggi badan pada suku Aceh di Kota Medan memiliki pengaruh yang signifikan. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara panjang telapak kaki dengan tinggi badan masyarakat suku Aceh di Kota Medan. Semakin panjang telapak kaki, tinggi badan semakin meningkat.
Tidak terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu terhadap Flu Singapura (Hand, Foot, And Mouth Disease) di Desa Sigara-Gara Kecamatan Patumbak Rizma Husnul Khotimah Lubis; Annisa Annisa; Rinna Azrida; Abdul Gafar Parinduri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.18873

Abstract

Abstrak: Hand foot and mouth disease atau istilah lain yaitu flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh Coxsackievirus A tipe 16 (CV A16) dan Enterovirus 71 (E71), tetapi infeksi juga dapat disebabkan oleh banyak jenis Coxsackievirus lainnya. HFMD telah menyebar di beberapa negara salah satunya Indonesia. Anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun lebih berisiko  terkena flu Singapura dari pada orang dewasa, dan hal ini dikaitkan dengan tingkat pengetahuan ibu terhadap kecepatan diagnosis dan tingkat kesembuhan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu terhadap flu singapura di Desa Sigara-Gara Kecamatan Patumbak. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Dari hasil penelitian, responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (49%), sikap responden didapati baik (50%) dan cukup (50%) tidak terdapat yang kurang dan uji Chi-Square untuk hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap menunjukkan nilai P lebih besar dari taraf signifikan (α) = 5% (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu terhadap flu Singapura.