Novia Giovani
Peminatan Gizi Masyarakat, Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Akar Masalah Peningkatan Stunting Berdasarkan Kunjungan Posyandu Di Kota Pekanbaru Tahun 2024-2025 Novia Giovani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kematian angka stunting di Kota Pekanbaru berdasarkan data Dinas Kesehatan Di Kota Pekanbaru Tahun 2024-2025. Selain itu juga memiliki tujuan khusus yaitu mengetahui faktor penyebaba peningkatan angka stunting nya, mengidentifikasi akar masalah penyebab peningkatan angka stunting dan memberikan rekomendasri pemecahan masalah untuk menurunkan angka stunting di Kota Pekanbaru tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data yang diambil dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2024-2025, serta wawancara mendalam terhadap pegawai Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Pendekatan ini dipadukan dengan Teknik siklus pemecahan masalah (problem solving cycle) sebagai kerangka penyelesaian masalah yang sistematis. Lokasi Penelitian tempat pengambilan data berlokasi di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang berada di jalan Abdul Rahman Hamid, Komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru. Analisis data dalam kegiatan penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.Hasil analisis fishbone menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri merupakan salah satu akar penyebab utama rendahnya capaian indikator D/S di Kota Pekanbaru. Temuan lapangan dan data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa masih terdapat 1.264 kader yang belum mendapatkan pelatihan 25 keterampilan kader. Kondisi ini menyebabkan hasil pengukuran berat dan tinggi badan balita kurang akurat, sehingga data yang dikumpulkan sering perlu divalidasi ulang oleh tenaga kesehatan. Hasil fishbone menunjukkan adanya perbedaan metode dan sistem pendataan antara SKI, SSGI, E-PPGBM, dan Sigizi Terpadu. Perbedaan mekanisme ini menimbulkan variasi angka capaian D/S, sehingga menyulitkan proses analisis dan pengambilan keputusan program