Fenomena penggunaan short video sebagai media penyampaian pesan motivasi berkembang pesat di era digital, terutama melalui konten Merry Riana yang mempengaruhi cara pandang audiens mengenai keberhasilan dan kebahagiaan. Konten motivasi digital tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membentuk konstruksi realitas sosial masyarakat modern. Namun, muncul kritik terkait kecenderungan penyederhanaan realitas dan potensi toxic positivity dalam pesan motivasi yang disampaikan melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan mengungkap hakikat ontologis realitas keberhasilan dan kebahagiaan yang dikonstruksi dalam short video Merry Riana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan jenis analisis isi kualitatif filosofis berbasis perspektif ontologis. Data diperoleh melalui dokumentasi dan transkripsi video yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik filosofis melalui reduksi data, pengkodean, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dikonstruksi sebagai proses dinamis yang melibatkan usaha, kegagalan, dan dimensi spiritual, sedangkan kebahagiaan dipahami sebagai kondisi internal yang bersumber dari kesadaran diri, rasa syukur, serta hubungan dengan Tuhan. Penelitian juga menemukan kecenderungan simplifikasi realitas yang berpotensi mengarah pada toxic positivity, sehingga pesan motivasi digital perlu dipahami secara kritis dan reflektif. Dapat disimpulkan bahwa konten motivasi digital tidak hanya merepresentasikan pengalaman hidup, tetapi juga membentuk standar sosial baru mengenai makna sukses dan kebahagiaan manusia modern kontemporer.