Latar Belakang: Kecemasan merupakan gangguan mental yang sering terjadi pada remaja dan menunjukkan peningkatan baik secara global maupun nasional. Kondisi ini menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecemasan pada remaja sekolah. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kecemasan pada siswa sekolah menengah atas tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif pendekatan cross-sectional dilakukan pada 178 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan dengan guru sekolah (p=0,003; OR=2,496), dukungan keluarga (p=0,000; OR=6,446), dan hubungan teman sebaya (p=0,001; OR=2,915) dengan kejadian kecemasan. Sementara itu, status ekonomi (p=0,461), penggunaan media sosial (p=0,179), aktivitas fisik (p=0,234), dan pola makan (p=0,234) tidak berhubungan dengan kecemasan. Analisis multivariat menunjukkan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan (OR=9,346). Saran: Puskesmas dan sekolah perlu mengembangkan program promosi kesehatan jiwa remaja yang melibatkan keluarga, meningkatkan peran guru dalam memberikan dukungan psikososial, serta membentuk kelompok dukungan teman sebaya sebagai upaya pencegahan kecemasan pada siswa. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Faktor Risiko, Kecemasan, Remaja, Teman Sebaya