Mira Erlinawati
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Duta Bangsa Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Role of Twitter in Developing Students Writing Proficiency Siti Qotijah; M. Lukman Leksono; Mira Erlinawati; Imaniar Purbasari; Moh. Aris Prasetiyanto
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 9 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v9i1.16535

Abstract

Disleksia adalah gangguan belajar spesifik yang ditandai dengan kesulitan signifikan dalam mengenali huruf, bunyi, dan simbol bahasa. Pada masa kanak-kanak awal, kondisi ini membutuhkan stimulasi yang tepat dan sesuai untuk memastikan tidak berdampak negatif pada perkembangan akademik dan kognitif jangka panjang. Pendidik anak usia dini sering menghadapi tantangan dalam menemukan media pembelajaran yang menarik, sangat terstruktur, dan secara khusus disesuaikan dengan karakteristik neurodiversitas unik anak-anak dengan disleksia. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan program stimulus audio-visual khusus berupa video yang dirancang untuk anak-anak disleksia berusia 4-5 tahun, yang berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran yang praktis dan efektif bagi guru di kelas. Penelitian ini dilakukan di BA Aisyiyah Kopen, melibatkan 15 anak sebagai subjek utama. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D), yang meliputi tahapan sistematis: analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan, dan pengujian lapangan terbatas. Teknik pengumpulan data komprehensif, termasuk observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program stimulus visual-auditori yang dikembangkan sangat cocok untuk penggunaan pendidikan. Temuan kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa media ini secara signifikan meningkatkan rentang perhatian, respons visual, dan keterampilan pemrosesan pendengaran anak-anak dengan disleksia. Lebih lanjut, video ini membantu guru dalam menerapkan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan efektif, memungkinkan pengajaran yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Media ini berfungsi sebagai jembatan penting dalam mengatasi kesenjangan literasi selama tahun-tahun dasar pendidikan.