Jude Cris A. T. Elle
CIloilo Science and Technology University (ISTU), Filipina

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Risiko Disleksia Dengan Regulasi Emosi Dan Kepercayaan Diri Pada Anak Usia Dini Anna Wahyu Ruhani; Lintang Kironoratri; Jude Cris A. T. Elle; Ahmad Khoirun Ni'am; Riyan Dwi Cahyaningsih
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 9 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v9i1.16536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara risiko disleksia dan perkembangan sosial-emosional, khususnya regulasi emosi dan kepercayaan diri, pada masa kanak-kanak awal. Disleksia, yang sering dikaitkan dengan kesulitan dalam pemerolehan literasi, juga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan emosional anak selama tahap perkembangan kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman anak-anak. Partisipan terdiri dari anak-anak berusia 5–6 tahun yang diidentifikasi berisiko mengalami disleksia di lembaga pendidikan anak usia dini. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi perkembangan anak. Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang berisiko mengalami disleksia cenderung mengalami tantangan signifikan dalam regulasi emosi, termasuk peningkatan frustrasi, kecemasan, dan penarikan diri dalam konteks pembelajaran. Selain itu, anak-anak ini sering menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah, terutama ketika terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan literasi. Hambatan emosional dan psikologis tersebut dapat lebih menghambat kesiapan akademis dan interaksi sosial mereka. Studi ini menyoroti pentingnya menerapkan lingkungan belajar yang holistik dan suportif yang mengintegrasikan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial. Identifikasi dan intervensi dini sangat penting untuk menyediakan strategi dukungan yang tepat guna menumbuhkan ketahanan, kepercayaan diri, dan pengalaman belajar yang positif di antara anak-anak yang berisiko mengalami disleksia.