Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEBIJAKAN PENINGKATAN HARAPAN LAMA SEKOLAH DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Meylina S. Depari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1710

Abstract

Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2025 berada pada peringkat 33 dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara dengan capaian hanya 12,66 tahun, jauh di bawah rata-rata provinsi (13,50 tahun) dan nasional (13,30 tahun). Akar masalah utama adalah pandangan masyarakat bahwa pendidikan formal tidak memberikan keterampilan praktis untuk mencari nafkah, yang berkontribusi terhadap masih tingginya Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai 8.620 anak usia 7-18 tahun. Menggunakan metode analisis kebijakan kualitatif dengan pendekatan problem structuring (metode USG/Urgency-Seriousness-Growth), makalah kebijakan ini merumuskan tiga alternatif kebijakan berdasarkan Teori Modal Manusia (Becker, 1964) dan Teori Determinasi Diri (Ryan & Deci, 2000): (1) penguatan pendidikan vokasi dan keterampilan terintegrasi; (2) perlindungan sosial dan subsidi pendidikan; serta (3) layanan psikososial dan pengembangan motivasi belajar. Hasil skoring oleh keyperson menunjukkan Alternatif 1 memperoleh skor tertinggi (66), diikuti Alternatif 2 (62) dan Alternatif 3 (59). Dengan mempertimbangkan kewenangan kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta ketersediaan sumber daya daerah, makalah kebijakan ini merekomendasikan Penguatan Program Pendidikan Vokasi dan Keterampilan Terintegrasi melalui Optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai intervensi utama.